Job-Hunter vs Recruiter Point of View: Sulitnya Mendapat Pekerjaan

Adalah wajar ketika sayaย mengatakanย bahwa mencari pekerjaan itu tidak mudah. Tentu banyak yang sepakat dengan hal ini.

Tapi ada sesuatu yang mengusik pikiran saya. Muncul pertanyaan di benak saya, benarkah mencari pekerjaan sesulit itu? Kalo iya, kenapa ya? Apa kira-kira penyebabnya?

Memangnya berapa sih jumlah pengangguran di Indonesia saat ini?

Februari 2017 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan informasi berikut:

  • Jumlah angkatan kerja: 131,55 juta orang
  • Jumlah penduduk bekerja: 124,54 juta orang
  • Jumlah pengangguran: 7,01 juta orang

Gilak men, itu kan banyak banget. And to put it into context, emangnya berapa jumlah lapangan pekerjaan yang ada saat ini?

Saya belum menemukan datanya untuk skala nasional, tapi kita ambil contoh berdasarkan data yang didapat dari acara bursa kerja yang ada di Kota Tangerang Selatan ini:

  • Jumlah penduduk usia produktif: 880.000 orang
  • Jumlah penduduk tidak bekerja dan sedang mencari kerja: 42.000 orang
  • Jumlah lapangan pekerjaan tersedia: 10.081 orang

Jadi, jumlah lapangan pekerjaan yang ada hanya 24%ย  alias seperempat dari total pencari kerja.

Perbandingannya 1:4. Dari 4 orang pelamar, hanya 1 yang diterima. 3 orang lagi ya balik jadi pengangguran dulu. Dunia memang kejam.

Saya sendiri termasuk orang yang cukup beruntung, karena langsung mendapat pekerjaan segera setelah lulus kuliah. Sekarang, saya sudah 2 tahun bekerja di perusahaan ini. Namun sayangnya, tidak sedikit juga teman-teman seangkatan saya yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan.

Kadang saya suka heran, ini orangnya yang pilih-pilih banget ketika nyari kerja, perusahaan yang dia lamar memang ketat banget persyaratannya, si orangnya yang memang kurang dari sisi skill nya, atau emang belum jodoh aja sama kerjaannya?

Pasti masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kenapa seseorang belum mendapatkan pekerjaan.

Hingga akhirnya beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk melihat permasalahan ini dari sisi seorang recruiter.

Saya dan rekan satu tim saya ditugaskan oleh Manager kami untuk merekrut orang baru ke dalam tim. Manager saya tidak memberi syarat yang muluk-muluk, karena memang menarget anak-anak freshgraduate, yang notabene belum punya banyak pengalaman kerja.

Kami sempat kebagian mewawancarai dan memberikan tes kepada para pelamar kerja. Dari situ saya bisa mengambil asumsi, kenapa sih jumlah pengangguran itu banyak banget dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan itu ketat banget. Beberapa faktor yang menyebabkan seorang pelamar tidak diterima menurut opini pribadi saya berdasarkan hasil wawancara kemarin adalah:

1.Kurangnya Hard Skill

Para pelamar pada umumnya memasukkan kemampuan/keterampilan mereka di dalam CV. Mulai dari kemampuan dasar pengoperasian komputer, kemampuan menggunakan tools dasar seperti Microsoft Office, hingga tools spesifik seperti software/aplikasi pengolahan data tertentu. Namun pada kenyataannya, ketika di tes, mereka tidak bisa menunjukkan kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan. Sungguh sangat disayangkan.

2. Kurangnya Kemampuan Berbahasa Asing

Kita begitu terlena karena sehari-hari menggunakan bahasa Ibu, sehingga tidak mau mengasah keahlian kita dengan bahasa asing. Masalahnya, di era globalisasi seperti sekarang, kemampuan bahasa asing ini bisa dibilang sudah menjadi kewajiban. Tidaklah harus kita sangat ahli, sampai cas-cis-cus ketika berbicara. Tapi setidaknya kita bisa memperkenalkan diri kita dalam bahasa Asing, untuk memberikan kesan yang baik kepada pewawancara. Jadi jika kamu membaca tulisan ini, sebaiknya mulailah belajar berbahasa asing. Mungkin bisa dimulai dari mengganti settingan bahasa di HP kamu jadi bahasa Inggris ๐Ÿ™‚

3. Kurangnya Kemampuan Berkomunikasi

Seringkali saya dan tim menemukan pelamar kerja yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, menuliskan berbagai software/aplikasi yang bisa ia gunakan, namun ketika diminta untuk berbicara, ia tidak mampu menyampaikan value dari dirinya sendiri. They can’t make us understand what they’re worth. Bagaimana kami bisa percaya kalau IPK itu tidak didapatkan dari hasil nyontek? Bagaimana kami bisa percaya kalau berbagai software itu benar-benar pernah kamu gunakan? Atau dalam beberapa kasus, kami memang tidak menjadikan IPK sebagai dasar dalam seleksi, lalu bagaimana kami bisa tahu kemampuan seseorang kalau ia sendiri tidak mampu menjelaskan nilai lebih yang ia miliki?

Beberapa kemampuan yang saya sebutkan di atas adalah masalah yang paling umum dan banyak terjadi pada pelamar kerja. Diluar faktor hoki atau berjodoh sama pekerjaan, kemampuan-kemampuan di atas sebenarnya dapat diasah untuk meningkatkan kualitas diri.

Jadi kesimpulannya kesulitan mencari pekerjaan tidak hanya disebabkan oleh jumlah lapangan pekerjaan yang sangat kurang, tapi juga kualitas sumber daya manusia itu sendiri yang masih perlu banyak ditingkatkan.

Karena nyatanya ada saja orang-orang yang malah jadi rebutan di perusahaan-perusahaan besar, dan perusahaan pun rela membayar mahal untuk mempekerjakan orang tersebut.

Bersyukurlah kalian yang sudah mendapatkan pekerjaan.

Bagi kalian yang belum mendapat pekerjaan, teruslah berusaha dengan meningkatkan kemampuan kalian dan tentu saja jangan lupa berdoa ya! ๐Ÿ™‚

 

GOOD LUCK! ๐Ÿ™‚

 

Advertisements

World of Ghibli Jakarta 2017

Rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan!

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kesampaian juga datang ke World of Ghibli Jakarta. Pameran yang mengangkat karya-karya Studio Ghibli ini memang yang pertama kali diadakan di dunia.

Hari Minggu, 3 September kemarin saya kesana bareng Farid. Sesampainya disana saya bertemu dengan Cindy, teman saya waktu SMP. Kebetulan Cindy jadi salah satu panitia di acara ini. Hehehe sekalian reunian deh:


Dan selama di dalam, sungguh saya bahagia sekali aaaaaakkkkk instalasinya bagus sekali dan sangat detail! Saya nggak banyak foto detailnya sih, but I did take a lot of photos, here here:

Nekobasu!

Sorry I didn’t behave
Pretty detail!
Susuwatari!

We met Kaonashi!

 

Kenapa sih posenya kayak mas-mas Start up yang lagi diwawancara Tech in Asia?
>.<
Ketauan ya mana yg cool mana yg enggak -_-
Last but not least, FINALLY I CAN HUG TOTOROOOOO!!!

 

Conclusion: I WAS SO HAPPY!!!!

Mencicipi Pesona Indonesia di Pulau Pahawang, Lampung Selatan

Allah memang maha baik.

Usai kesedihan saya karena ditolak LPDP, saya langsung dikasih pelipur lara. Tak tanggung-tanggung, hiburannya adalah jalan-jalan ke Lampung Selatan. GRATIS.

Acara yang disponsori oleh kantor saya ini berlangsung selama 3 hari. Agendanya adalah snorkeling, snorkeling dan snorkeling! Ditambah sedikit workshop dan fun games. Tentu tak lupa hunting foto dong ๐Ÿ˜€

Jumat, 25 Agustus 2017

Kami berangkat hari Jumat pagi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Radin Inten di Lampung Selatan. Dari sana kami melanjutkan perjalanan darat sampai ke pelabuhan Ketapang. Kayak gini nih wujud pelabuhannya:

Pelabuhan Ketapang
Pelabuhan Ketapang
Setelah semua anggota kumpul lengkap, kami pun naik kapal menuju destinasi pertama yaitu Taman Nemo. Disana kami snorkeling sampai sore. Puas dan pegel banget deh pokoknya. Tapi seruuuuu! Sayang sekali saya ngga ada stok foto selama di Taman Nemo, simply karena ngga punya nyali buat nyemplungin iPhone ke laut walaupun udah pake underwater case. Alhasil cuma ada beberapa foto seperti ini:

Sorenya kami bertolak ke Pulau Tanjung Putus, disana kami menginap di homestay milik bu lurah hehehe. Pemandangannya bagus sekali, homestay kami menghadap langsung ke pulau Sumatera. Sembari menikmati sore, saya berniat hunting foto sunset. Namun karena cuaca mendung, saya nggak dapet foto bagus. Yasudahlah, saya hanya berharap semoga besoknya dapet foto bagus. Hari Jumat diakhiri dengan workshop internal tim kami, dimana pesertanya setengah sadar karena sudah kelelahan snorkeling hahaha.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Saya terbangun untuk sholat subuh. Seusai solat saya bersemangat sekali keluar dari homestay untuk hunting foto sunrise. Tapi ternyata di luar langit masih gelap, akhirnya saya masuk lagi. Jam 5:30 saya keluar lagi dan berharap langit sudah terang, ternyata belum juga. Eh taunya lagi mendung toh. Akhirnya saya hanya main air di pinggir pantai sambil menghirup segarnya udara pagi.

Sekitar jam 8 pagi kami berangkat ke Pulau Lok. Agenda pagi ini adalah melanjutkan (sedikit) workshop tadi malam plus fun games (asli fun banget ga boong). Tapi ada yang unik di Pulau Lok ini, yang nanti akan saya ceritakan di postingan saya yang lain ๐Ÿ™‚


Usai bermain sampai lapar di Pulau Lok, kami kembali ke Pulau Tanjung Putus untuk ganti baju dan lanjut snorkeling lagi. Di perjalanan kembali ke Pulau Tanjung Putus, angin berhembus sangat kencang dan membuat kapal kami oleng berkali-kali. Bahkan bagian depan kapal sempat tercebur ke laut (kebayang ga sih?). Lalu saya gimana? Saya sih santai di atap kapal, nih:


Sesampainya di Pulau Tanjung Putus, kami snorkeling lagi sampai ngga kuat lagi hahaha. Pokoknya puas banget deh!

Sorenya kami pulang dan saya bersiap menyambut matahari terbenam. Sungguh sunset kali ini istimewa sekali, bisa dilihat langsung nih:

Setelah puas menikmati sunset, saya kembali ke homestay. Hari ini ditutup dengan selonjoran santai di hammock sambil melihat bulan dan bintang sampai ketiduran.

Minggu, 27 Agustus 2017

Terbangun dengan otot seluruh tubuh yang pegel dan sakitnya ngga karuan, saya tetap bersemangat mengejar matahari terbit. Berharap hari ini bisa dapat foto bagus. Karena semalam langit cerah bertabur bintang, jadi harusnya sih sunrisenya juga bagus. Daaaaan saya benar! Nih nih:

Puas hunting foto sunrise, kami pun bersiap-siap untuk pulang. Tentu di perjalanan kembali ke Pelabuhan Ketapang saya tak lupa foto-foto:

Liburan singkat kemarin sangat spesial, karena selama disana saya sama sekali tidak tersentuh sinyal operator hahaha. Rasanya bahagia sekali bisa “escape” dari kehidupan yang penuh banget selama ini. Just enjoy the day, feel the breeze, get sun-kissed skin and being happy.

Sisa-sisa foto lainnya selama perjalanan bisa dilihat di website portfolio saya ya di Eksplorasi Mata. Semoga suka!

Sekian postingan kali ini, semoga segera bisa jalan-jalan lagi!! XD

Belum Berjodoh

Bulan Agustus adalah bulan yang cukup berat buat saya.

Entah kenapa, rasanya energi ini terkuras sekali. Saya menjadi jauh lebih sensitif dari biasanya. Mungkin memang karena sedang banyak kegiatan yang menguras waktu, tenaga, pikiran dan air mata hahaha.

Salah satunya adalah proses seleksi Beasiswa LPDP.

Pada seleksi LPDP tahun ini, ada 3 tahapan yang harus dilalui yaitu seleksi administratif, assessment online dan yang terakhir adalah seleksi substansi.

Pada tahap seleksi pertama, semua peserta akan diseleksi kelengkapan berkasnya serta kesesuaian isi berkas pendaftaran dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Misalnya essay yang dijadikan prasyarat pendaftaran. Alhamdulillah pada tahap ini saya dinyatakan lolos dan dapat mengikuti seleksi tahap kedua yaitu assessment online.

Pada tanggal 14 Agustus saya mengikuti assessment online yang terdiri atas tes VMI dan 15FQ+. Saya sempat googling tentang apa sih sebenarnya tes VMI dan 15FQ+, dan ternyata tes ini semacam psikotes untuk mengetahui kepribadian seseorang. Jadi sebenarnya tidak ada jawaban yang salah ataupun benar dalam tes ini.

Semalam sebelum tes saya menyempatkan juga untuk trial mengikuti freetest online VMI dan 15FQ+ ini, sekedar “pemanasan” dan supaya tau aja kepribadian saya sebenarnya seperti apa sih dan apakah sangat jauh dari standar ideal atau tidak. Pagi hari seusai sholat subuh saya mulai mengerjakan soal-soal ini, dengan asumsi bahwa kalo ngerjainnya siang atau pulang kantor pasti peak hour jadi saya lebih baik menghindari potensi masalah tersebut.

Kebetulan saya bergabung di grup Telegram LPDP scholarship hunter. Dan di tanggal 22 Agustus, kami para peserta harap-harap cemas menunggu pengumuman. Banyak sekali yang bolak balik membuka website LPDP tapi belum ada perubahan status juga. Seringkali kami hanya menemukan halaman 404 karena website ini dihajar oleh ribuan orang sekaligus hahaha.

Hingga akhirnya saya berhasil membuka website LPDP sekitar habis magrib.Namun sayangnya, yang muncul adalah tulisan seperti ini:

Sepertinya memang saya dan LPDP belum berjodoh. Pada tahap ini saya dinyatakan tidak lolos.

Sedih? Iya.

Kecewa? Tentu.

Nangis? Hehehe iya lah.

Memang sangat berat menerima kenyataan ini, karena saya ingin sekali melanjutkan menimba ilmu. Tapi apa daya, keputusan Allah ternyata berbeda dengan harapan saya. Daripada saya nangis terus dan mata bengkak tidak karuan, saya mencoba menerima kenyataan.

Bahwa, life is not always rainbows and butterflies. And that life must go on. Mungkin dibalik tidak berjodohnya saya dengan LPDP, Allah memberikan saya hikmah dan rencana lain yang lebih baik. Cause after all, He knows what’s best for us ๐Ÿ™‚

Justru saya bersyukur sekali disaat-saat saya sangat membutuhkan dukungan, orang-orang yang saya percaya memang benar-benar ada untuk mendukung dan menyemangati saya. They’re so kind, toughtful and supportive.

Yah begitulah kira-kira salah satu cerita ringan tapi padat di bulan Agustus.

Sampai jumpa di kisah lainnya ya~

Sabtu Siang di 7SpeedCoffee

Haru Sabtu saya janjian dengan Widita untuk ke JCC, kami mau beli tiket kereta api yang lagi diskon. Ternyata sesampainya di JCC, antrian mengular sangat panjang dan tidak manusiawi.

Karena saya masih bisa berpikir logis dan masih sayang nyawa, setelah bertemu dengan Widita, kami memutuskan untuk nongkrong sambil ngopi aja di coffee shop yang baru buka di Kemang.

Nggak baru banget sih, cuman baru pindah ke Kemang. Tadinya di Cipete. Namanya 7SpeedCoffee. Eh ternyata Rio menyusul juga, akhirnya kami ngobrol-ngobrol dan ngopi bertiga disana.

Tidak lupa foto-foto tentunya:



Thanks for reading! ๐Ÿ™‚

Ngopi di Gordi

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya mengunjungi Gordi sih. Hanya saja, baru sekarang saya sempet foto-foto lucu yang agak niat dikit. Seperti orang-orang yang datang ke Gordi pada umumnya.

Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengunjungi coffee shop di bilangan Jeruk Purut ini, bahkan sejak belum resmi dibuka. Gara-gara sahabat dekat saya kerja disini, alhasil saya diajak ngupi-ngupi cantik disini.

Dulu sih kesan pertama saat mengunjungi Gordi, saya mikir “gilak, biaya investasi bangun coffee shop se-kece ini berapa ya?” Hahaha. Soalnya seriously, tempatnya kece banget.

Nah, hari minggu kemarin saya kesini bareng beberapa teman saya dan sempat foto-foto, gini nih hasilnya:

Gemesh banget sama foto ini sumpah. Taken by: Rizki Nasution.
Gemesh banget sama foto ini sumpah. Taken by: Rizki Nasution.
Rizki: eh liat tuh di belakang ada kadal!
Rizki: eh liat tuh di belakang ada kadal!
Nah ini dia fotografernya, Rizki Nasution.
Nah ini dia fotografernya, Rizki Nasution.
Bebas Ki, anggap aja rumah sendiri.
Bebas Ki, anggap aja rumah sendiri.

Santay lah pokoknya, yegak?
Santay lah pokoknya, yegak?

Ada yang kesenengan
Ada yang kesenengan

Mood.
Mood.

Playing with shadow
Playing with shadow

Chit-chat.
Chit-chat.

Baristas at Gordi.
Baristas at Gordi.

Le me difotoin Shaby.
Le me difotoin Shaby.





Jadi itulah kumpulan foto di Gordi HQ.

Buat yang ingin berkunjung, silakan googling “Gordi HQ” ya buat detail lokasinya ๐Ÿ™‚