Lampu Sensor “Merem Melek”

Zaman sekarang hampir semua barang elektronik yang kita gunakan pasti ada embel-embel “hemat energi”-nya kan? Iya, emang udah waktunya buat kita sebisa mungkin menghemat energi. Apalagi buat kita-kita yang anak kosan gini. Menghemat listrik adalah suatu keharusan, supaya tagihan listrik kita gak membengkak.

Salah satu cara untuk menghemat listrik adalah mematikan lampu bila tidak diperlukan.

Tapi buat kalian yang gak bisa tidur kalo gelap, gimana?

Ya mungkin kalo kita udah tidur, baru lampunya dimatiin sih gak masalah ya. Tapi, siapa yang mau matiin lampu kamar kita saat kita udah tidur?

Nah, aku berandai-andai ada sebuah produk berupa lampu yang bisa mendeteksi keadaan orang yang ada di suatu ruangan. Jadi lampu itu dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi kalo orang itu udah tidur atau belum. Lalu kalo ternyata orang itu udah tidur, lampu itu akan mati secara otomatis.

Gimana, keren kan?

Kalo lampu yang bisa nyala/mati dengan sensor cahaya aja ada, kenapa lampu yang bisa nyala/mati dengan sensor yang mendeteksi “kesadaran” seseorang ga ada? Harus ada dong!

Akan ada banyak benefit kalo produk ini benar-benar terwujud. Karena selain menghemat listrik, sebenarnya mematikan lampu juga dapat mengurangi risiko kanker loh!

Karena ada suatu peneitian yang mengatakan kalo kita tidur dalam keadaan terpapar cahaya maka tubuh kita akan menghentikan produksi hormon melatonin. Sedangkan hormon melatonin itu bermanfaat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Waaah, ternyata 1 produk bisa punya lebih dari 1 manfaat ya. Selain sehat kantong karena tagihan listrik gak bengkak, badan kita juga ikutan sehat.

Oke, segitu dulu ide yang mencuat dari kepala aku hari ini. Ini semua terinspirasi dari pengalaman aku sendiri yang gak bisa banget tidur dalam keadaan gelap, tapi harus berjuang menghemat listrik di kosan :’)

Semoga bisa bermanfaat dan suatu saat terwujud! 😀

 

Referensi:

http://opick-taopik.blogspot.com/2012/05/lebih-baik-tidur-dalam-keadaan-gelap-di.html

Gambar:

http://static.idesignnetwork.com/images/size/616x/ipadwalls/media/001980_full.jpg

Pancing Kreativitas dengan Kreativitas

 

Berpikir kreatif?

Susah nggak sih?

Harusnya sih nggak, asal kita terbiasa.

Setiap hari yang kita jalani nggak akan terlepas dari hal-hal kreatif. Hanya saja mungkin kita nggak sadar kalo kita udah berbuat kreatif. Karena menurutku, sesuatu yang kreatif itu nggak harus “wah” banget. Tapi sesuatu yang bisa membuat kita nggak stuck saat terbentur dalam suatu masalah.

Kadang ada banyak hal yang dapat menghambat kreativitas kita. Dari mulai rasa malas, rasa takut gagal, termasuk mood. Sering kali “mood” berperan besar dalam penghambatan kreativitas kita.

Aku juga sering banget gak mood ngapa-ngapain dan ujung-ujungnya bakal mager alias males gerak seharian. Dan menjadi manusia yang nggak produktif di umur segini tuh rasanya salah banget.

Trus, gimana cara mengatasinya?

Kalo aku sih punya cara sendiri untuk membasmi “bad mood” dan mengubahnya jadi “good mood“. Berhubung aku suka banget sama hal-hal yang berbau seni, apalagi seni musik dan seni rupa. Jadi, yang bisa jadi moodboosterku ya biasanya dua hal itu.

Sebenarnya aku menggunakan “kreativitas” untuk memancing kreativitas lainnya. Awalnya aku bakal nyalain musik. Aku biasanya dengerin musik-musik yang nggak terlalu keras, tapi juga bukan yang bikin tidur. Sering juga dengerin musik-musik instrumen gitarnya Depapepe.

Nah kalo udah ada musik, tinggal sedikit lagi deh. Biasanya aku menyalurkan ide-ide aku lewat gambar. Kadang gambar yang aku buat adalah imajinasi yang aku tangkap dari musik yang aku dengerin. Aku bakal meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk menggambar sambil dengerin musik. Dan setelah itu, voila! Good mood akan datang menghampiri.

Setelah itu ide-ide kreatif akan bermunculan, dan aku bakal jadi lebih produktif! Yeay!

Ini di beberapa ide yang sudah sempat aku tuangkan ke dalam gambar:

 

 

Yah, segitu saja dulu karya-karya pemancing kreativitasku. Semua yang di atas itu bisa jadi penangkal hal-hal yang menghambat kreativitas. Semoga besok-besok bisa lebih kreatif bikin postingannya, aamiin 🙂

 

 

 

Oreo Goreng!

Sebelumnya nih, pasti pada udah pernah denger yang namanya biskuit Oreo kan?

Salah satu iklannya yang terkenal banget nih:

“Afikaaa”

“Iyaaaa”

“Ada yang baru nih!”

Tapi biasanya pasti pada makan biskuitnya ya cuman “Diputer, Dijilat, Dicelupin” aja kan?

Nah, aku punya tips nih kalo kalian pada bosen makan Oreo dengan cara yang gitu gitu aja. Apa namanya?

OREO GORENG!
Aneh ya?

Nggak juga sih, kalo udah nyobain pasti suka deh.

Sebenernya intinya Oreo Goreng itu cuma biskuit Oreo biasa yang digoreng tapi dicelupin dulu ke adonan pancake. Nah, adonannya apa aja? Nih!

1. 100gr tepung terigu

2. 250ml susu cair

3. 1 butir telur (putih dan kuningnya dipisah)

4. Garam (secukupnya aja)

5. Margarin/mentega (untuk olesan)

6. Biskuit Oreo (seperlunya)

7. Minyak goreng (secukupnya)

Kalo cara masaknya gimana? Nih!

1. Campur tepung terigu, garam, kuning telur dan susu sampai rata. Bisa pake spatula kayu, pengocok adonan, atau mixer api dengan kecepatan yang paling rendah.

2. Kocok putih telur sampai kaku. Bisa pake garpu atau pengocok adonan.

3. Campur adonan tepung dan putih telur. Tapi mencampur putih telurnya sedikit demi sedikit ya supaya nggak jadi menggumpal.

4. Panaskan wajan yang sudah berisi minyak.

5. Celupkan oreo satu persatu lalu goreng di minyak panas.

6. Angkat jika sudah berwarna kecoklatan dan tiriskan.

7. Oreo goreng siap disajikan!

Catatan: biar nggak terlalu berminyak sebaiknya ditiriskan dengan kertas tisu ya! 😀

Oke deh segitu dulu tipsnya, mudah-mudahan bermanfaat ya 🙂

Inspirasi didapat saat berkunjung ke rumah temen dan membutuhkan cemilan berkualitas :p