Stop It Already!

Hoi hoi!

Akhirnya aku ngeblog lagi, setelah sekian juta tahun gak ngeblog.

Nah aku kesini membawa permasalahan baru nih.

Kalian pasti sering banget ngecharge gadget (entah itu HP atau yang lain) dan ditinggal tidur kan? Dan dijamin baru dicopot besok paginya saat kalian bangun. Baterai HP ya emang keisi penuh, tapi kalian juga tau kan risiko dari overcharging?

Kalo HP terlalu lama di charge, performa baterainya malah akan menurun. Itu yang sering kita lihat dalam wujud baterai yang gembung. Yah tapi gimana lagi, kalo nggak di charge malam, kita nggak bakal sempat buat ngecharge besok paginya kan?

Nah, dari sini muncul ideku. Kenapa kita ga ciptakan device yang kalo proses chargingnya udah 100% dia akan berhenti secara otomatis. Entah itu dari sisi gadgetnya, atau chargernya.

Misal aja, mungkin ada aplikasi bawaan dari HP tersebut yang berfungsi menghentikan aliran listrik yang masuk saat proses charging sudah mencapai 100%. Atau bisa juga charger yang sudah terintegrasi dan tersinkronisasi dengan gadget sehingga kalo proses charging di gadget sudah mencapai 100%, si charger akan mendeteksi dan dengan sendirinya menghentikan aliran listrik.

Simple, bukan? But it really solves a problem. Dengan begitu umur si baterai akan lebih panjang dan gak cepat gembung! Uuuuyeah!

Nah, begitulah masalah yang aku bawa dan solusinya. Semoga suatu saat ide ini bisa jadi nyata. Aamiin.

Ditulis di kamar mama, sambil skype-an sama seseorang nun jauh di sana. Ide mengalir saat HP mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan performa baterai.

Advertisements

Make it “Landscape”

Beberapa waktu yang lalu, setelah sekitar setelah 2 bulan tinggal di Dayeuh Kolot aku merasa harus punya rak buku dan meja. Yah atau benda-benda semacam itu untuk kamar kosku.

Jadi aku mulai tanya-tanya sama temen, beli meja dan rak buku yang bagus dan murah dimana ya kira-kira. Setelah itu bermunculan lah berbagai macam referensi tempat beli rak dan meja yang bagus dan murah. Lalu muncul lagi pertanyaan, “lah terus bawa mejanya gimana kalo bentuk rak sama mejanya udah fix gitu?” apalagi aku ga punya kendaraan.

Akhirnya saat aku belanja bulanan ke carrefour, aku lihat ada rak buku rakitan yang warna-warni unyu gitu. Dari situ muncullah ide kreatif aku.

Berhubung harga raknya ga mahal, yaitu cuma 80 ribu rupiah saja sodara-sodaraaa… jadi aku memutuskan untuk beli rak buku itu. TAPI, dalam perakitan dan peletakan posisinya aku buat jadi beda.

Seharusnya kayak gini:

Rak Buku PortraitRak buku di atas itu kan diletakkan dengan posisi portrait, sedangkan rak buku yang aku beli aku letakkan dengan posisi landscape. Jadinya kayak gini:

20121220_092201TARAAAAAAAAAAAAAAAA!!

1 Benda 2 Fungsi! Bisa dijadiin rak buku, bisa juga dijadiin meja belajar kan? So simple, but it solves my problem. Lalu, harusnya kan di rak itu ada 3 bilik, kujadikan 2 bilik biar bukunya muat banyak, sisanya 1 bilik untuk barang-barang lain deh.

Diposting di pojokan kamar kosan.

Ide meluncur saat butuh 2 barang tapi cuma punya uang untuk beli 1 barang :’)