Bukan Permainan

Belakangan ini aku sering terpikir untuk menikah. Bahkan seringkali ingin punya anak.

Ini semua bermula saat aku datang ke acara wisuda di kampusku bulan mei lalu. Aku melihat sekumpulan wisudawati yang sudah menggandeng “lelakinya”. Iri sekali rasanya. Melihat mereka yang terlihat serius untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius.

Sedangkan persoalan ‘ingin punya anak’ ini adalah efek dari kegiatan Kampung Belajar beberapa minggu yang lalu. Disana ada banyak anak kecil yang lucu-lucu. Rasanya mau diculik satu, trus dibawa pulang. Mereka masih polos-polos  :3

Nggak nyangka, sekarang aku mulai terpikir hal-hal seperti ini. Padahal sebelumnya, aku nggak pernah terpikir soal ini. Dari beberapa pengalamanku menjalani hubungan, aku baru jatuh cinta dua kali. Iya, dua kali saja.

Kalo dibilang selama ini belum serius, ya benar juga sih. Tapi…. Setiap orang pasti berubah.

Aku tahu beberapa teman-temanku atau bahkan pacar dari temanku yang sebelumnya juga punya track record kurang baik soal hubungan pacaran. Tapi aku rasa mereka mulai berubah.

Seiring kedewasaan, mereka mungkin sekarang lebih serius soal hal-hal seperti itu. Ya, mungkin memang sudah bukan waktunya main main.

Begitupun aku, tahun ini, umurku akan menginjak angka 19. Sebentar lagi akan berkepala dua.

Aku sudah nggak mau main-main soal hubungan. Nggak mau main-main soal karir. Nggak mau main-main soal masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s