Maybe Next Time

Pasti ada alasan kenapa Tuhan mengizinkan kita membuat sebuah kesalahan bodoh.

——————

Butuh waktu berapa lama buat aku memaafkan diriku sendiri, atas semua kesalahan yang aku perbuat ke kamu?

Kenapa semesta kayak nggak “mengizinkan” aku buat “ngelupain” kamu?

Perlu hujan, banjir, atau badai apa lagi buat menghapus jejak kamu di hati aku?

Maafin aku, aku belum bisa memaafkan diri aku sendiri. Tapi aku lagi berusaha kok.

Maaf juga, aku masih sering menghantui hari-hari kamu.

Tapi, maaf. Maaf aku tak sengaja mencuri pandang dan menangkap matamu yang melihatku dengan tatapan seperti itu.

Apa artinya itu?

——————-

“Some people come into our life as a blessing, some as a lesson.”

You’re both. But maybe we’re not meant to be together now.

Maybe next time 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s