#100DPS Day 7: Diam-Diam

image

Cinta ini cinta yang diam-diam,
Bersembunyi di semak-semak
Bergetar ingin menyeruak

Cinta ini cinta yang diam-diam,
Jauh, jatuh, terjebak
Namun senyap gelap tak tersibak

Cinta ini cinta yang diam-diam,
Diam-diam cemburu,
Diam-diam mengamati,
Diam-diam tau,
Diam-diam bahagia,
Diam-diam berserah

Cinta ini cinta yang diam-diam
Hanya aku, hatiku, dan Tuhan yang tau

image

#100DPS Day 6: Rindu Rumah

Sedang menjajaki puncak kerinduan.

Rindu rumah.

Ingin pulang.

Kalau sudah kena penyakit seperti ini, jadi suka berhalusinasi. Jadi manja dan banyak maunya.

1. Mau peluk mamak.
2. Mau bubur ayam yang di depan komplek Ciledug Indah.
3. Mau nasi uduk ibu-ibu yang lewat depan rumah.
4. Mau duduk di sebelah mesin jahit mama, sambil ngeliatin hujan.
5. Mau dengerin radio malam-malam sampai ketiduran.
6. Mau minum teh tarik bikinan mamak pagi-pagi.
7. Mau liat golden hour di tembok dekat kolam ikan.
8. Mau ngejahilin adek.
9. Mau dijahilin papah.
10. Mau makan masakan mamak yang banyaaaaak.

image

image

image

Dan gambar-gambar itulah yang saya tatap saat penyakit kangen ini kumat.

#100DPS Day 5: Instameet at Tangkuban Parahu

Saya suka fotografi, walau tidak ahli. Kemanapun saya pergi, biasanya saya menyempatkan diri untuk mengambil foto disana.

Namun sayang sekali jika hasil jepretan saya cuma berakhir di dalam folder komputer. Oleh karena itu, saya ingin menaruhnya di “ruang publik”. Mungkin ada media seperti DeviantArt atau flickr dan semacamnya. Tapi entah kenapa, dari dulu kurang sreg untuk aktif disana.

Kemudian hadirlah aplikasi Instagram for Android (kebetulan HP saya Android). Awalnya sih cuma iseng saja ikut-ikutan download Instagram karena lagi nge-hits. Eh lama kelamaan malah ketagihan.

Kenapa? Disana banyak karya bagus. Saya jadi terpacu untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Nggak mau kalah sama Instagrammers yang followersnya sudah ribuan bahkan jutaan.

Kemudian saya bertemu dengan sebuah komunitas fotografi mobile di Bandung dan saya diajak bergabung. Tak berpikir yang buruk-buruk, namun tak terlalu berekspektasi juga, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung. Nama komunitasnya adalah #KameraHpGw (disingkat #KHGW).

Komunitas ini sering sekali mengadakan kopdar alias kopi darat. Ketemuan, kumpul, ngobrol-ngobrol dan sharing tentang trik-trik memotret gambar yang bagus dengan menggunakan kamera handphone. Namun ada saja kendala saat saya mau ikut kumpul.

Akhirnya minggu lalu tanggal 17 November saya menyempatkan diri untuk ikut kopdar #KHGW yang ke-sekian. Kebetulan teman-teman #KHGW dari Jakarta pun hadir.

Kami hunting foto di Gunung Tangkuban Parahu. Niatnya ingin mencari kabut, dan untungnya… Dapat! Sesampainya disana cuaca sangat dingin, dilengkapi dengan hujan rintik dan kabut tebal.

Wih! Dapet banget deh suasananya! Lucky us!

Nah ini dia beberapa foto yang sempat saya ambil disana:

image

image

image

image

image

image

Sekian dulu ceritanya.
Semoga kalau ada Instameet lagi saya bisa ikut 😀

#100DPS Day 4: Waste of Coffee

“Kekecewaan bisa datang dari orang lain, bahkan dari teman atau keluarga kita sendiri. Tapi kekecewaan terbesar adalah saat kita tidak bisa membantu disaat teman atau keluarga sedang butuh pertolongan”

Ya Allah, aku bersyukur atas hari ini. Engkau limpahkan aku dengan nikmat yang tiada terkira, tak sebanding dengan harta.

——————–

Hari ini, seorang teman “menumpahkan” ampas kopinya.

Senang rasanya bisa dipercaya. Senang rasanya bisa menjadi tempat berbagi. Saya sadari, bantuan materi bukanlah suatu hal yang bisa saya beri. Tapi, saya harap menjadi seorang pendengar adalah peran yang berarti.

Terima kasih, telah selangkah lebih mendekatkan saya dengan hal yang saya suka.

Iya, saya suka mendengar orang bercerita. Begitupun bercerita pada orang lain.

——————–

Ya Allah, jagalah kami dalam lindunganMu. Dekatkanlah kami kepadaMu. Jadikanlah kami orang yang lebih baik di esok hari. Dan jadikanlah kami orang yang bermanfaat. Aamiin.

#100DPS Day 3: Trip to Tasikmalaya (Part I)

UTS SUDAH BERES!

Hari rabu kemarin adalah Ujian Tengah Semester saya yang terakhir di semester 5. Alhamdulillah, ujian terakhir ini jauh lebih lancar dibanding 5 ujian sebelumnya.

Karena UTS telah selesai, saya dan teman-teman pergi ke Tasikmalaya untuk refreshing. Saya dan teman-teman saya touring ke Tasik, tentu bukan saya yang mengendarai motor :p

Ini adalah touring pertama saya bersama teman-teman. Bermodalkan nekat dan penasaran, saya ikut dengan 8 teman saya (Icha, Harris, Rois, Okta, Feri, Fikri, Fadhil dan Naufal) ke Tasik.

Kami berangkat pukul 16:30 hari Sabtu dari Bandung. Saat itu awannya sedang mendung, untungnya selama perjalanan tidak turun hujan. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 5-6 jam. Seharusnya mungkin bisa lebih cepat, tapi kami istirahat selama 1 jam. Belum lagi kami sempat tersasar di Tasik karena salah belok haha. Alhasil jadi masuk hutan! Satu jam kami berkeliling di dalam hutan sampai akhirnya menemukan jalan keluar.

Jalur yang kami lalui menanjak dan sangat berkelok-kelok. Saya jadi agak tak enak hati, takut-takut yang membonceng saya merasa keberatan. Untungnya teman saya ini, Okta namanya, sudah ahli. Jadi ya saya tenang-tenang saja hehehe.

Sesampainya di Tasik kami bermalam di rumah neneknya Rois, di Desa Sinagar. Dengan badan yang kelelahan, sempat-sempatnya kami nonton bola dulu sebelum akhirnya tidur. Kami harus bangun pagi-pagi sekali di esok hari agar bisa melihat matahari terbit di gunung Galunggung.

*to be continued*