#100DPS Day 14: Nggak Ada Yang Namanya Kebetulan

image

Beberapa hari lalu saya melihat foto di atas beredar di jejaring sosial.

Saya termenung.
Rasanya seperti ditampar.

Sudah beberapa hari saya rasanya tidak tenang. Tapi tak tau juga apa sebabnya.

Mau cerita sama teman, rasanya agak kurang pas timingnya. Mau tulis di blog, lagi nggak mood nulisnya. Akhirnya saya pendam saja sendiri.

Satu lagi yang saya rasa, saya kangen mantan saya. Sebut saja namanya Nauval. Duh, ini bukan postingan menye-menye galau ya. Ya jujur saja, saya kangen dia karena memang sudah lama tidak bertemu.

Tapi Allah memang Maha Tahu. Saya lalu dipertemukan dengan Nauval. Karena kebetulan dia sedang tidak sibuk dan saya sedang di Ciledug, akhirnya dia menyempatkan untuk berkunjung ke rumah.

Tapi ternyata, nggak ada yang kebetulan ya…..

Senang bisa melepas rindu. Awalnya saya kira pertemuan ini bakalan awkward. Well, pada awalnya memang agak awkward sih. Tapi setelah 10 menit ngobrol, akhirnya kami bisa menyesuaikan diri.

Beda sekali rasanya bertemu dia yang sekarang. Begitupun yang dia pikir tentang saya yang sekarang.

Kami menyadari, masing-masing dari kami sudah beranjak dewasa. Bukan cuma tambah tua.

Dari cara kami bicara, bagaimana kami bersikap, bahkan dari topik pembicaraan kami.

Kami berganti-ganti topik pembicaraan mulai dari hal-hal klise seperti perkuliahan, lalu gebetan, tv series, OCD, teman-teman di kampus, band, curhat colongan, sampai astral projection.

Terbawa arus pembicaraan, Nauval yang seharusnya pulang jam 2 siang, malah jadi pulang jam 4 sore. Yah, karena terjebak hujan juga sih. Atau mungkin mestakung? Hahaha, entahlah.

Intinya, Allah tahu saya rindu dia. Allah kabulkan keinginan saya untuk bertemu dia.

Tapi saya banyak minta dan kurang bersyukur.

Iya, akhir-akhir ini saya jarang sholat. Jarang dzikir. Astagfirullah…

Ada yang saya rindu dan lebih rindu saya: Allah.

Tapi saya nggak pernah jawab panggilannya. Saya nggak pernah berterimakasih. Nggak pernah bersyukur. Hinanya saya.

Pada detik kalimat ini ditulis, tak sengaja pemutar musik saya memutar lagu Ran ft Tulus – Kita Bisa dan terdengar lirik lagu ini
“Kadang terasa sulit untuk mensyukuri apa yang ada, apa yang ada. Atau memang hanya kita yang tak puas dengan apa yang ada, apa yang ada.”

Tuh Ay! Bersyukurlah kamu karena masih diingatkan terus supaya bisa dekat dengan penciptamu.

Nggak ada yang namanya kebetulan. Semua udah masuk dalam rencana tuhan.

Note to self:
Lain kali kalo gundah, jangan bingung cari teman curhat jauh-jauh. Cukup ambil wudhu, gelar sajadah, mengadulah pada Sang Pencipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s