#100DPS Day 23: Cerita Oon Tentang Magang

Okay, karena magang sudah official dimulai pada hari Senin kemarin jadi saya, Rio dan Rizal berangkat bareng setiap pagi.

Tapi pagi ini agak beda……

Hujan turun sedari mata saya terbuka pagi ini. Dingin yang menyelimuti pagi membuat saya enggan beranjak dari kasur. Tapi apa daya, jam 8:30 saya harus berangkat ke kantor.

Seperti biasa, setelah selesai bersiap-siap saya akan langsung jalan kaki ke kosan Rio. Saya biasa berangkat bareng Rio karena kosan kami dekat. Setelah itu barulah kami ke kosan Rizal lalu berangkat bareng ke kantor.

Tapi tadi pagi saat saya tiba di kosan Rio, motor Rio sudah tidak ada. Saya pikir mungkin saja motornya sedang dipinjam teman. Akhirnya saya memanggil-manggil Rio dari bawah kosan.

Dipanggil sekali, tidak ada jawaban. Dua kali, masih tidak ada jawaban. Tiga kali, hening.

Saya membuka handphone saya dan nge-whatsapp Rio, menanyakan keberadaannya. Namun tak juga ada respon. Akhirnya saya jalan kaki kembali ke kosan.

Setibanya di kosan saya langsung menghubungi Rizal untuk minta tolong dijemput. Rizal meng-iyakan. Alhamdulillah.

Tak lama Rizal menelepon saya untuk bersiap keluar kosan. Setelah berjalan sedikit, Rizal pun tiba. Kita berangkat duluan ke kantor.

Baru sampai di Cijagra, hujan turun cukup deras. Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di depan minimarket.

Betapa oon-nya penulis blog ini. Sudah tahu musim hujan, tapi tidak bawa jas hujan.

Rizal: jas hujanmu mana?
Saya: di bagasinya Rio
Rizal: yang kamu bawa dari Ciledug mana?
Saya: ketinggalan di kosan 😦
Rizal: duuuh, untung aku bukan Ahok!
Saya: emangnya kalo kamu Ahok kenapa?
Rizal: kalo aku Ahok, kamu udah ku omel-omelin!

Yah begitulah.
Akhir-akhir ini entah kenapa kinerja otak saya agak mengenaskan. Emang deh beneran oon banget.

Kami terpaksa menunda perjalanan. Setelah cukup lama hujan tak kunjung berhenti, saya mengajak Rizal untuk berangkat saja dan menerobos hujan. Saya jadi tidak enak hati karena Rizal yang sebenarnya bawa jas hujan jadi ikut-ikutan basah karena menamani saya senasib tak pakai jas hujan. Udah gitu dia nyeker lagi.

Di tengah perjalanan, — singkat cerita– saya membeli jas hujan. Tawar menawar harga dari 80ribu menjadi 50ribu. Abangnya pasrah.

Setelah melanjutkan perjalanan, di daerah Cipaganti tiba-tiba Rizal bertanya “kamu megang duit ga?”. “Ada kok” jawab saya singkat. Saya berpikir, kenapa Rizal tiba-tiba bertanya begitu?

Tiba-tiba laju motor kami melambat. Kemudian…..mesin motornya mati.

Kami kehabisan bensin.

Oke, pertanyaan saya terjawab.

Hahaha ini kocak banget!
Seumur-umur saya nggak pernah jalan sama temen di Bandung naik motor, dan kehabisan bensin. Untung saja di dekat situ ada SPBU. Yah, dorong motor sedikit lah.

Sembari berjalan ke SPBU saya tertawa geli. Yaampun, ada-ada saja kejadian hari ini.

Saya oon karena nggak bawa jas hujan. Rizal pun ceroboh tak mengisi bensin. Astaga hahaha.

Setelah mengisi bensin, kami melanjutkan perjalanan ke kantor sambil tertawa geli. Benar-benar lika-liku kehidupan mahasiswa magang.

Kami telat masuk kantor 45 menit. Untung tidak kena semprot.

Saya yakin, selama magang ini akan ada banyak cerita lucu lainnya bersama Rizal dan Rio. Oiya, satu lagi, ada bang Dimas. Senior angkatan 2010 yang magang bareng kita, tapi berangkatnya nggak bareng.

Semoga magang kita lancar ya!

Anyway, ini foto magang di hari pertama kita:

image
Saya-Rizal-Rio (plus sapu karet yang photobombing -_-)

*Harusnya tadi saya ngefoto Rizal pas lagi dorong motor hahaha :p
Eh iya, usut punya usut ternyata tadi pagi Rio ke kosan pacarnya, makanya nggak ada di kosan -__-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s