#100DPS Day 53: Tak Mudah Menemukan Orang Yang Percaya Pada Mimpimu

Seperti judul tulisan ini, begitulah yang ada dalam pikiran kita.

Ya, menurut saya, tak mudah untuk menemukan orang yang bisa percaya pada mimpi-mimpi kita.

Apalagi bila kita memimpikan sesuatu yang gila, diluar cara pikir orang pada umumnya.

Mimpi disini bukan yang bunga tidur ya, melainkan cita-cita yang ingin kita capai.

Saya berteman dengan beberapa orang yang memiliki banyak ide gila dan mimpi-mimpin yang seringkali diluar batas. Dulu, saya sering menaikkan sebelah alis ketika mendengarnya.

Namun sekarang, saya meyakini bahwa impian itu layaknya bahan bakar yang akan terus menjaga api agar tetap hidup.

Sedangkan orang-orang yang percaya pada mimpimu adalah layaknya oksigen. Mereka semua ada di sekelilingmu, dan bila tak ada maka api pun tak menyala.

Maka mulai sekarang, apabila kau mendengar mimpi-mimpi besar teman-temanmu tak perlu kau ragukan. Tak usah repot-repot bantu hal yang sulit.

Hanya dengan sesederhana kau yakini mimpinya, itu sudah menjadi suatu kekuatan besar baginya.

Hal kecil, namun berarti.

Advertisements

#100DPS Day 52: Away for A While

Sedari malam kami telah merencanakan untuk lari pagi di hari minggu. Walaupun kami sama-sama tahu, kalau semua itu hanya akan tetap menjadi wacana. Seperti biasa.

Pagi ini saya terbangun dengan nafas terengah-engah, jantung berdebar kencang dan pipi yang basah karena air mata. Semua itu akibat mimpi buruk. Begitulah kalau tidur lagi setelah subuh.

Tak lama kemudian saya dan Farid janjian untuk piknik sebentar. Nggak jauh-jauh, cuma ke Batununggal.

Kami pun membawa perbekalan untuk piknik: nasi kuning dan air putih. Nasi kuning dan ayam goreng di warung barokah Sukapura memang juara!

Sengaja, saya tidak mengaktifkan hp saya. Saat mengetahui hal itu, Farid sempat kaget dan bertanya kenapa.

Kenapa ya?

Saya cuma ingin ngobrol saja sih. Ngobrol yang manusiawi. Ngobrol berbagai macam hal, dari yang berbobot sampai obrolan nonsense nggak jelas. Saya cuma ingin menghabiskan waktu dengan manusia, tanpa terdistraksi teknologi.

And it came out pretty good. It is indeed a pleasure to spend time that way.

Farid pun melakukan hal yang sama. Kami tak mau terdistraksi teknologi. Kami hanya mau menghabiskan waktu bersama. Jarang-jarang kan bisa away from technology for a while hehehe.

We really had a quality time. We talked about a lot of things, from our childhood till our vision for future.

We spent the rest of our sunday morning just sitting under the tree, watch people passing by and a group of kids playing soccer. Talked and laughed while the summer breeze blowing and enjoyed the warmth of sun shining on our face. Heard the sound of bugs in the green grass, and played around with fallen branch.

Thanks Farid, for giving me some of your precious time that you won’t get back. Thanks for being a real human with me today. Thanks for willing to spend your Sunday morning with me.

I really appreciate that.

#100DPS Day 51: SF Roastery, Tempat Ngopi Favorit!

Belakangan sejak nyekripsi, saya jadi sering nongkrong di tempat ngopi.

Loh? Ngopi? Bukannya sebelumnya saya nggak bisa minum kopi?

Iya, itu dulu. Semenjak saya diracunin sama temen-temen Telkom Hunter pas lagi kumpul di La Piccola Italia, saya diajarin ngopi. Dan untuk pertama kalinya, saya nggak sakit perut setelah ngopi. Ternyata memang, kopi yang berkualitas nggak akan bikin sakit perut. Dari situlah saya jadi sering ngopi.

Suatu hari, sepulang saya bimbingan di Geger Kalong saya diajak tiga orang teman saya untuk nongkrong-nongkrong cantik di tempat ngopi sembari skripsian. Saya menerima dengan senang hati ajakan mereka, lumayan lah sekalian ngilangin penat. Pilihan kami jatuh pada SF Roastery, selain karena saya penasaran, katanya sih harganya cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Sesampainya di SF Roastery, saya sih rada kaget. Karena lokasinya tidak familiar dan masuk-masuk di ruko gitu. Saya sih mikirnya “nemu aja tempat ngopi di daerah sini”.

Langsung saja saya masuk ke SF Roastery dan saya langsung disambut oleh semerbak aroma kopi yang menggugah. Warung kopi ini nggak gede-gede amat, tapi tempatnya cozy jadi saya betah berjam-jam nongkrong disini.

Karena saya udah lama nggak minum kopi, jadi saya meminta rekomendasi pilihan kopi pada teman saya, namanya Mas Emka. Dia merekomendasikan cappucino untuk saya, dengan alasan karena saya lagi nggak mau minum kopi yang berat-berat. Yasudah pilihan saya jatuh pada cappucino.

Setelah menunggu beberapa menit, pesanan saya tiba di meja. Sebelum disruput, foto dulu lah ya sedikit hehehe. Ini dia penampakan cappucino saya.

IMG_9545.JPG
Sebagai tambahan, saya juga memesan quiche (re: keesh) buat cemil-cemilan. Both the cappucino and quiche are great! I love ’em!

Disana saya juga sempet ngobrol-ngobrol sama ownernya dan ternyata orangnya kocak banget. Ada baristanya juga yang sering saya gangguin, namanya Kang Asep.

DSCF3400-2.jpg
SF Roastery ini lokasinya di Jalan Rajawali Timur No. 18, di belakang bank OCBC NISP Ruko Rajawali daerah deket Andir deh pokoknya. Di Bandung loh yaaa! Cari aja di google kalo bingung wkwkwk.

DSCF3421-2.jpg

DSCF3432-2.jpg