#100DPS Day 63: Kehilangan

Sore ini, saya baru saja kehilangan. Kamar saya kemalingan. Satu set laptop beserta charger dan harddisk external yang nyolok disitu, ilang juga. Kamera Fujifilm yang saya simpen di pelosok lemari baju juga hilang. Bahkan, mouse dan charger iphone saya juga raib.

Kamar hanya saya tinggal sekitar 1,5jam untuk makan dan jemur baju di lantai 2 kosan saya. Balik-balik, semua barang berharga sudah ludes. Isi lemari saya acak-acakan.

But, it’s like I knew it. Saya kayak tau kalo bakal kehilangan. Sehari sebelumnya saya sengaja back up data skripsi saya ke email. Entah kenapa saya jadi insecure banget sama file skripsi hahaha.

Ya jadi pas kejadian hilang begini, saya udah punya back up nya 🙂

And, I admire myself on this accident. I didn’t cry, not even panicked.

I went straight to a police station and report it. Udah, abis itu ketawa-ketawa biasa like nothing happen.

Semoga kejadian ini ada hikmahnya, dan Allah menggantikan semuanya dengan sesuatu yang lebih baik. Aamiin..

Advertisements

#100DPS Day 62: What’s Inside The Children’s Head?

Ever wonder what’s inside the children’s head? How do they think? Do they have a lot of questions?

  
Saya termasuk orang yang suka sama anak kecil. Bukan, bukan pedofil. Tapi suka main sama anak kecil.

  
I can be so friendly with kids.

Pagi tadi saya melaksanakan shalat Idul Fitri di halaman masjid dekat rumah. Banyak ibu-ibu yang turut serta membawa anaknya. Ya abis kalo ditinggal di rumah kasian kan anaknya.

Anak-anak kecil yang ikut rata-rata umurnya di bawah 2 tahun. Jadi lagi lucu-lucunya gitu.

Sembari menunggu waktu sholat mulai, saya memperhatikan tingkah laku anak-anak itu. Ada yang duduk manis di sebelah ibunya. Ada yang keliling-keliling nggak bisa diem. Ada juga yang memperhatikan sekitar, seperti yang saya lakukan.

Saya jadi mikir, how do the kids think?

What is inside their head?

Mungkinkah isinya pertanyaan-pertanyaan? 

“Wah benda apa itu yang terbang-terbang?”

“Ih itu siapa yang duduk di pojokan?”

“Wow benda apa ini kok dimakan rasanya enak?”

Ataukah isinya prasangka-prasangka?

“Ih itu orang bajunya aneh”

“Duh tante ini cerewet”

Hahaha kadang saya sering bertanya-tanya apa isi pikiran mereka.

Yang jelas, anak-anak itu jujur. They love what they love, and they hate what they hate.

They’re still true to themself.  

 Are you still true to yourself? 🙂