#100DPS Day 66: Penuh.

Hari Minggu ini saya pergi sama Rizal, ke tempat ngopi di daerah dekat kampus. Nggak deket-deket banget sih, tapi nggak jauh juga.

Niatnya pengen lanjut ngerjain jurnal yang sempat tertunda. Sekalian pengen keluar bareng Rizal aja, sambil main atau ngobrol nggak jelas.

Ealah sampe disana, laptop saya nge-hang terus. Ujung-ujungnya ga bisa ngerjain. Akhirnya saya malah main game dan nemenin Rizal ngerjain skripsinya.

Nggak lama kemudian seseorang menelepon saya. Akhir-akhir ini dia memang jarang menghubungi saya. Mungkin karena sibuk, yah setidaknya itu yang ada di pikiran saya.

Ternyata dia menelepon untuk bercerita tentang keadaannya akhir-akhir ini yang menurut saya cukup depressing. Saya mendengarkan ceritanya dengan seksama. Dan karena kami cukup dekat, saat dia menceritakan segala keluh kesahnya, saya ikut merasakan kekalutannya.

Andai saya ada di posisi dia, saya tidak tau apakah masih bisa bertindak sebijak dia. Di satu sisi saya sedih mendengar ceritanya yang depressing itu. Namun di sisi lain, saya senang.

Bukan, bukan berarti saya senang di atas penderitaan orang lain.

Saya senang karena saat dia butuh seorang pendengar, saya adalah orang yang muncul dalam pikirannya.

Sederhana, tapi merasa berarti itu sangat berharga buat saya.

Sejauh ini, saya memang sering jadi tempat cerita teman-teman saya. Bahkan seringkali orang yang baru bertemu dengan saya bisa cerita panjang lebar tentang kehidupannya. Buat saya sih itu istimewa.

Tapi,

Ternyata hari ini saya lagi penuh.

Usai mendengarkan cerita dia, saya menutup telepon dengan doa di dalam hati saya: semoga dia selalu dilindungi Allah dan semoga Allah senantiasa membantunya dan melancarkan urusannya.

Selepas itu, saya menangis. Rasanya penuh sekali. Isi kepala dan isi hati saya. Rizal pun menenangkan saya “udah, nangis aja dulu”, begitu katanya.

Hingga akhirnya saya meluapkan isi kepala saya pada Rizal. Banyak hal yang mengganggu pikiran saya akhir-akhir ini. Tapi saya bingung harus cerita ke siapa dan mulai dari mana.

Dan ketika saya meluapkannya ke Rizal, rasanya memang lebih lega. Rizal memberikan saya banyak masukan yang membuka pikiran saya.

Justru, hari ini saya menemukan beberapa hal. Saya menemukan Rizal yang baru. Seorang teman yang benar-benar bisa diandalkan. 

Seseorang yang bisa “menampar” dan “merangkul” di saat yang sama, demi membuka mata saya.

Bahwa,

Kadangkala seorang pendengar juga butuh didengarkan.

Advertisements

2 thoughts on “#100DPS Day 66: Penuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s