#100DPS Day 77: Banyak-Banyak Bersyukur Saja!

Kita semua pasti pernah mengalami masa-masa berat dalam hidup.

Salah satu masa yang berat adalah transisi. Dari anak-anak jadi remaja, dari remaja jadi dewasa, dari pelajar jadi mahasiswa, dan dari mahasiswa jadi sesuatu yang lain (soalnya bisa jadi macem-macem kan?).

Saya termasuk yang berada dalam fase yang bisa dibilang tidak mudah ini. Sudah terbiasa menjalani hidup sebagai mahasiswa membuat saya membutuhkan waktu yang agak lama untuk beradaptasi dengan dunia saya yang sekarang. Kebetulan sekarang saya sudah bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta.

Buat saya, ini bukan hal yang mudah. Terutama yang perlu digarisbawahi adalah: bekerja di Jakarta.

Dibandingkan dengan Bandung, Jakarta adalah kota yang sangat besar, macet, panas, sumpek, polusi, dan banyak hal-hal lainnya. Apabila dalam satu jam saya sudah bisa jalan-jalan dari Bandung Selatan (Dayeuh Kolot) ke ujung Bandung Utara (Lembang)…. di Jakarta saya baru nyampe Fatmawati dari Ciledug.

Rasanya waktu habis di jalan.

Selain adaptasi masalah di atas, saya juga perlu beradaptasi soal rutinitas kerja eight-to-five dan pergaulan di tempat kerja. Tentu semuanya sangat berbeda dengan saat saya masih mahasiswa.

Kadang saya merasa ‘lelah’ dan iri juga sama teman-teman saya yang masih bisa santai-santai dan jalan-jalan kesana kemari. Tapi kemudian…

Saya memperhatikan teman-teman saya yang hingga kini masih bertarung dengan sekian banyak orang diluar sana untuk mendapatkan pekerjaan. Memang saya akui mencari pekerjaan bukan perkara mudah.

Teman-teman saya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Mereka lelah hanya berdiam diri di rumah. Stress dan bosan sendiri juga lama-lama. Mereka ingin segera mendapatkan pekerjaan tapi apa daya, memang belum rezekinya.

Sering sekali saya dengar kata-kata “enak ya lo udah kerja” dan semacamnya. Walaupun bukan ditujukan ke saya sih omongannya..

Tapi dari cerita di atas, saya melihat sesuatu. Bahwa sesungguhnya hidup memang selalu seperti itu. Kalau kata pepatah sih “Rumput tetangga terlihat lebih hijau”.

Manusia emang gak pernah ada puasnya. Dikasih kerjaan, pengen nyantai. Dikasih nyantai, pengen kerja. Jadi maunya gimana?

Intinya sih, bersyukur aja dengan apa yang sekarang kita punya.

Karena, boleh jadi, hidup yang kita keluhkan sekarang adalah hidup yang diinginkan oleh orang lain 🙂