#100DPS Day 79: Menulis Sebuah Kejujuran

“Cinta Adalah Perlawanan”

  

Adalah buku pertama Azhar Nurun Ala yang saya baca. Walau sebenarnya, saya sudah pernah mengetahui karya-karyanya dari salah seorang teman kuliah saya yang begitu mengaguminya. Tapi ya hanya sampai situ saja, saya sekedar tahu bahwa ada seorang penulis buku yang bernama Azhar.

Tak disangka, ternyata Azhar adalah temannya teman dekat saya. Duh, it’s a small world after all. Karena dia punya bukunya Azhar, ya saya pinjam hehe. Maaf ya Azhar, saya belum sempat beli bukumu.

Hingga kini ketika akhirnya saya membaca bukunya, saya menyadari bahwa karyanya memang layak diperhitungkan. Sebenarnya cara penulisan Azhar bukan termasuk daftar favorit saya. Namun, ketika saya membaca karyanya, saya merasakan sebuah kejujuran.

Betapa beruntungnya Azhar, menuliskan isi pikirannya dengan jujur, dan menjadikannya sebuah buku. Ketika saya membaca bukunya, rasanya saya bisa membaca pikirannya, dan merasakan apa yang ia rasakan. Bahwa jatuh cinta itu memang membingungkan. Seindah apapun kita merangkai kata untuk menggambarkannya, ternyata tak seindah yang kita rasakan. Sekompleks apapun deskripsi perasaan yang dinarasikan, tetap saja tidak bisa mewakili ruwetnya isi hati.

Bingung ya? Iya.

Kebingungan lah yang saya tangkap dalam tulisannya. Namun yang saya suka, justru ia tidak menyederhanakan kebigungan itu. He left it as it is. Semacam “kalo bingung ya ngaku aja bingung, ga usah sok-sok ngerti”.

Dan jika ada yang merasa bahwa buku-buku Azhar adalah kumpulan kalimat-kalimat indah yang lebih cocok dibaca oleh wanita, saya rasa tidak juga. Alangkah baiknya para pria juga membaca karya Azhar.

Kenapa?

Agar kalian tau, bahwa wanita tidak serumit yang selama ini dibayangkan. Cobalah cara si Azhar memperjuangkan wanita yang ia cintai. Saya rasa seharusnya wanita tidak mungkin menolak jika diperjuangkan dengan cara seperti itu.

Saya iri se-iri-irinya pada istri Azhar. Selain ia mendapatkan laki-laki yang baik, dari deskripsi Azhar dalam bukunya, saya yakin pasti ia memiliki keistimewaan tersendiri. Vidia pasti seorang wanita yang cantik luar dalam.

Dari buku itu, ada beberapa kalimat yang saya suka, diantaranya:

“Setiap manusia berhak menjalani kisah cinta yang indah.”

“Haruskah semua begitu sempurna? Sementara kita tak pernah tahu apakah kesempurnaan selalu mengantar kita pada kebahagiaan.”

“Aku mencintaimu karena aku memilih untuk mencintaimu. Itu saja. Cinta selalu lebih butuh pembuktian daripada alasan.”

Dan setelah membaca buku itu, saya memahami bahwa benar adanya, wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Begitupun sebaliknya.

Sepertinya setelah ini saya akan lebih banyak membaca karyamu, Azhar. Salam untukmu dan istrimu, semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan rahmat-Nya untuk keluarga kalian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s