#100DPS Day 80: Pasar Malem

Di kampung saya, Malam Minggu diidentikkan dengan “Pasar Malam”. Lapangan bola yang biasa jadi tempat anak-anak main, mendadak disulap jadi pasar untuk semalam saja.

Disini, berbagai pedagang ramai menjajakan dagangannya. Dari yang jual cabe, sampe yang jual baskom. Dari yang jual es teh, sampe yang jual kolor. Semua ada.

Warga sekitar pun berbondong-bondong datang ke pasar kaget, baik yang buat jajan maupun yang lihat-lihat doang (atau yang foto-foto doang kayak saya).

Saya senang kesini karena banyak jajanan masa kecil. Saya pasti jajan kerang rebus dan es sarang burung walet. Hanya merogoh kocek 3000 rupiah, sudah bisa dapat segelas es sarang burung walet yang nikmat. Walau dibalik itu, saya nggak tau itu bersih atau tidak. Asal saya nggak mencret, ya shikat aja!

Sembari mondar-mandir nyari jajanan, saya juga jeprat-jepret sana-sini. Lumayan nambah stok foto. Dan karena pasar malam cuma ada di malam hari, alhasil saya jadi belajar ngambil foto di malam hari.

Begini nih jadinya:

 

Underweaaar~
    

Kacang rebus
  
Si bapaknya pake ngegaya
  
Cis kacang buncis eclek!
  
ini cabe beneran, bukan cabe-cabean!
  
jual piring juga ada
  
hayo! kamu lihat tahu bulat atau muka abangnya?
 
 

Nah begitulah beberapa dagangan yang ada di pasar malem. Sayang saya ga bisa ngefoto semua karena lebih sibuk ngabisin jajanan hehehe.

Kadang, yang sederhana seperti ini pun punya keunikan tersendiri. Tanpa hingar bingar pusat kota, masyarakat sekitar sini cukup terhibur dengan pasar kaget yang sebenernya nggak ngagetin ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s