#100DPS Day 96: Aku Juga Punya Dilan

Minggu lalu ketika saya jalan-jalan hunting foto ke Kwitang, saya beli satu buku.

Bukan karena emang mau beli sih, tapi karena abang yang jualnya baik. Ngizinin saya masuk ke kiosnya buat foto-foto. So I bought a book to appreciate him.

Saya ambil buku yang judulnya “Dilan”, karya Pidi Baiq. Kenapa saya pilih buku itu?

Simply karena buku itu ada di jajaran paling depan sih hehehe. Dan karena teman saya yang juga suka baca buku, bilang buku itu bagus.

Ketika saya baca buku Dilan, saya bingung. Ini tuh kisah nyata atau fiksi sih?

Kisah dalam buku itu berlatar belakang di Bandung tahun 1990. Saya, yang kebetulan memang pernah cukup lama tinggal di Bandung, merasa benar-benar terbawa suasana ketika membacanya. Saya beneran kebayang cerita Dilan dan Milea di Bandung. Walaupun mungkin suasananya berbeda antara Bandung tahun 1990 di buku itu dan Bandung yang sekarang. Tapi tetap saja, beneran kerasa banget bandungnya.

Dan Pidi Baiq berhasil membuat si tokoh Dilan ini jadi figur yang istimewa. Karena memang ngga jauh dari kenyataan. Saya yakin, memang ada pemuda yang seperti ini diluar sana.

Ada salah satu bagian yang saya suka banget. Ketika Dilan ngasih kado ulang tahun ke Milea yang isinya buku TTS yang udah diisi semua. Beserta pesannya:

“Selamat ulang tahun Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan!”

Dan saya suka pemikiran Milea pada bagian setelahnya:

“Dengan memberi buku TTS, sekarang (saat kutulis cerita ini) aku baru sadar bahwa Dilan bukan semata-mata memberi barang. Dia memberi ide, dia memberi konsep dan itu lebih mahal, dan itu lebih penting dari apapun.”

Milea, sepertinya saya punya seseorang yang seperti Dilanmu. Kamu harus senang, karena jika tidak, saya kan jatuh cinta pada Dilanmu.

Milea, dia juga memberi saya kado yang lain, yang nggak biasa. Seperti Dilanmu, dia juga memberi ide, dia memberi konsep. Dan yang lebih saya suka, dia memberikan saya waktu. Sebagian dari 24 jam dia, yang diluangkan untuk saya, khusus untuk saya, yang ngga akan dia dapat lagi. Dan itu lebih mahal, lebih penting dari apapun.

Kang Pidi, makasih ya udah nulis buku ini. Saya suka. Makasih udah ngenalin saya dengan tokoh Dilan. Nanti saya baca buku selanjutnya deh. Untung Dilan ngga ada di dunia nyata, kalo iya, kan saya bingung harus pilih yang mana hehehe. Eh nggak deng, nanti Milea marah.

Advertisements

One thought on “#100DPS Day 96: Aku Juga Punya Dilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s