He’s There To Support You


“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
***

Whenever you feel hopeless, Allah will always find a way to tell you, that He’s there all the time to support you.

Advertisements

Lagu Paling Romantis

Saya termasuk orang yang mudah sekali sentimentil kalau dengar nonton film sedih. Teman saya sampai udah ngerti dan menyediakan tisu kalau saya tiba-tiba nimbrung nonton drama sama dia.

Nggak cuma nonton film. Bahkan kalau dengerin musik pun gitu. Saya bisa sampai nangis kalo memang lagunya deep gitu.

Nah, ada beberapa lagu yang menurut saya romantis banget. Sampai-sampai saya berkaca-kaca atau senyum-senyum sendiri pas dengerin. Baik dari segi lirik maupun nada (atau irama? ya gitu pokoknya), yang jelas buat saya lagu-lagu ini romantis abis. Iya, sampe abis deh pokoknya.

So here are the few of my romantic song:

1. Banda Neira – Sampai Jadi Debu

Selamanya, sampai kita tua. Sampai jadi debu. Kau di liang yang satu, ku di sebelahmu.

Nggak ngerti lagi sama romantisnya lagu ini. Saya sampai berkaca-kaca dengernya.

Lagunya bisa didengarkan disini: Banda Neira – Sampai Jadi Debu

2. Naif – Karena Kamu Cuma Satu

Denganmu semua air mata, menjadi tawa suka ria. Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka?

Sudah suka lagu ini dari awal kuliah. Sampai sekarang pun kalau dengar lagu ini, masih tetap suka.

3. Oasis – Don’t Go Away

So don’t go away, say what you say. Say that you’ll stay, forever and a day.

Bagian lirik yang ini, menurut saya romantis sekali. Bahkan selamanya tak cukup. Masih butuh satu hari lagi.

4. Adhitia Sofyan – Number One

You don’t even have to try, you already my number one.

Sebenarnya banyak sekali lagu-lagu karya Adhitia Sofyan yang saya suka. Tapi kayaknya buat saya lagu ini romantis sekali.

5. Andien – Pulang

Hari ini sayang aku akan pulang, berlabuh di dekap cintamu. Karena pelukmu akan selalu membuat diriku jatuh cinta.

Kalau dengar lagu ini, saya selalu ingat ibu saya. Pernah hidup sebagai mahasiswa rantau membuat saya sering kangen rumah, terutama ibu saya. Jadi setiap di perjalanan pulang saya sering dengar lagu ini, sambil membayangkan memeluk ibu saya.

6. Tulus – Teman Hidup

Di dekatnya aku lebih tenang, bersamanya jalan lebih terang.

Teman hidup memang lagu yang menurut saya legendaris. Lagu yang membawa Tulus bisa sampai seperti sekarang. Memang saya akui, lagunya bagus sekali. Lebih dari sekedar pasangan, namun “teman hidup”.

Lagu-lagu ini tuh ya, entah kenapa, selalu bikin senyum-senyum sendiri kalo didengerin. Selain liriknya yang tidak biasa, nadanya pun selalu berhasil membuat saya seakan pindah dimensi. Pas dengerin tuh pasti langsung “anjrit, duh dalem bener sih” :’)

Sebenarnya masih banyak lagi lagu yang menurut saya romantis banget. Tapi lupa hahaha, nanti deh kalo ingat ditulis lagi.

Please.

I’ve always wanted to study overseas since I was still in junior high school. But the older I get, I’m more of searching about the reason ‘why should study overseas?’.

Now I have the reasons.

I gained interest in data science area since I was in my final year of college. And from that moment on, I decided to take a further path towards that field.

But unfortunately, there are no such institution in Indonesia which has a suitable curriculum related to data science. Especially for someone who has  no background in computer science like me (I have bachelor of management). That way, the only way to learn it is to go overseas.

I am fully aware that it might not be easy. Yet, I surely believe that it is going to be worth it.

But, along the way (which is not very far away from the start, actually), I meet some obstacles. One of them is not getting a green light from my mother to study overseas. Which for me, is a very important concern.

I’d try whatever it takes to get my mom’s blessing. Actually, she didn’t give me the permission because she’s worry about my health condition.

But I keep trying to convince her.

Until finally, she gives the green light.

Alhamdulillah.

Now I just have to do my best to make it happen.

Ya Allah, please grant my wish.

Please, I beg you.

Please.

TALK TO ME : Sebab Saat Depresi, Pikiran Untuk Bunuh Diri Itu Dekat Sekali.

One good thought. It reminds me to not judge people’s feeling. Alhamdulillah.

Catatan Mimi

23 November 2016.

Hari itu kota Bristol dikejutkan dengan berita meninggalnya 3 mahasiswa baru di kampus saya, University of Bristol. Yang lebih mengejutkan, mereka meninggal dengan cara bunuh diri! Memang, fenomena bunuh diri saat study ini tidak dipungkiri banyak terjadi. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh National Union of Students pada Desember 2015 menemukan bahwa 1/3 dari mahasiswa yang menjadi populasi penelitian mengaku pernah berpikir untuk bunuh diri dan 78% diantaranya disebabkan karena mental health problem seperti stress dan depresi. Tahun 2014, data dari Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan ada 130 kasus mahasiswa (fulltime students) bunuh diri di Inggris dan Wales (sumber : metro.co.uk). Dan baru baru ini saya dikejutkan oleh kabar salah satu mahasiswa Indonesia di Jerman yang akhirnya mengakhiri hidupnya, sebuah berita yang menyesakkan dada di awal tahun 2017 😢

Memang, memulai babak baru sebagai mahasiswa, terutama di luar negeri, dimana sistem pendidikan sangat berbeda dengan yang ada…

View original post 1,657 more words

The Sea of Blessings

I don’t recall making any agreements about having a regular meeting every beginning of the year with you. But if we did, then I’m sorry, maybe it’s just my bad memory playing on me again.

After all this time that we’ve been through in a year, we’d try to sum it up in just one word.

Kala dirimu kini mengetahui dalamnya Lautan, kamu kembali bertanya, seperti ini kah? Hanya seperti ini kah?

Mungkin sebelum dalam menyelam, kamu selalu berfantasi tentang segala hal yang tak biasa. Namun, kenyataan memang suka bercanda. Dia biarkan kamu tercebur, semakin dalam dan kamu tau bahwa disana tak ada apa-apa.

Iya, hanya itu saja.

Tapi hidup tidak begitu. Lautan tidak sedangkal itu.

Rasa penasaranmu akan membawamu lebih jauh. Toh sudah terlanjur basah, ya kan?

Jalani saja dan terus menyelam.

Lalu aku?

Dengan segala keanehan yang terjadi selama setahun ke belakang, lebih memilih satu kata yang tak kalah aneh.

Aku mendapat banyak pelajaran. Dan bagiku, semua itu adalah anugerah. Aku percaya, tak ada yang kebetulan di dunia ini. Dan mungkin, semua yang sudah terjadi kemarin memang sudah suratan.

Memang aku bisa apa?

Tak aku pungkiri, memang banyak hal buruk terjadi. Tapi, sekali lagi, bagiku itu adalah pelajaran. Untuk aku bisa bangkit lagi hari ini dan seterusnya.

Namun kita sama-sama sepakat, bahwa kita bisa melakukan yang lebih baik dari ini. Betul kan? 🙂

We don’t know what lies beyond. But as long as we keep believing that we can get through it, we will get through it.