Tips & Trik Tes IELTS

Beberapa waktu lalu saya ikut test IELTS untuk memenuhi syarat melanjutkan pendidikan. Ternyata harga yang harus dibayar untuk satu kali tes itu cukup mahal, 2,8jt saat itu. Buat saya sih angka segitu sangat-sangat nggak murah. Jadi saat itu saya bertekad untuk tidak gagal, supaya uang 2,8jt itu nggak sia-sia.

Sebelum tes, saya benar-benar menyempatkan belajar di tengah kesibukan kerja 8 to 5 saya. Untungnya manager saya baik, jadi saya bisa ikut workshop IELTS di jam 3 – 6 sore selama seminggu. Workshopnya pun nggak murah, 1,3jt untuk seminggu itu.

Nah, tapi menurut saya workshop ini berguna banget karena saya jadi tau cara ngejawab soal-soal IELTS. Supaya saya nggak lupa, dan supaya ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat buat orang lain, saya mau share tips & trik yang saya dapet selama workshop:

1. Reading Test

  • Banyak latihan soal! Seriously, kunci utamanya bener-bener banyak latihan soal. Supaya kita terbiasa ngebaca artikel bahasa Inggris dengan cepat tapi tetep ngerti maksudnya apa. Jangan lupa tandain kata-kata yang kamu ngga ngerti trus cari artinya di kamus.
  • Langsung baca soal, jangan baca artikel dulu. Nah ketika ngerjain soal, jangan dibaca dulu artikelnya. Sebaiknya langsung lihat soal, baru cari jawabannya di artikel. Kalo kata tutor saya sih “you are not reading for pleasure, you are reading to find the answer of the questions”.
  • Tebak jawaban. Kalo udah stuck banget, tebak aja jawaban yang kira-kira bener jangan sampe nggak dijawab. Toh kalo salah, nilainya ngga dikurangin. 

2. Listening Test

  • Banyak latihan soal! Masih sama, buat listening test ini, banyak-banyakin latihan soal. Cari aja di internet, banyak kok contohnya. Dan dengan latihan soal listening, kamu juga bakal belajar nulis jawaban lebih cepet hehehe.
  • Dengerin BBC UK News. Buat yang nggak biasa denger orang ngomong pake bahasa Inggris, tentu saja rasanya kayak denger kumur-kumur. Disinilah mesti latihan sering-sering dengerin orang kumur-kumur di BBC UK News. Karena sesungguhnya, pas di tes IELTS itu logatnya British banget.
  • Skip soal yang bikin pusing. Listening test ini butuh konsentrasi tingkat tinggi. Jadi sebaiknya kalo ada soal yang kamu ngga tau jawabannya, skip aja dulu. Ntar kalo udah selesai kejawab semua, boleh deh diinget-inget lagi kira-kira yang tadi jawabannya apa ya (semoga masih inget). Karena kalo kita stay di soal yang bikin pusing, nanti malah nggak konsen ngerjain soal selanjutnya.
  • Tebak jawaban. Lagi-lagi, kalo udah di skip masih bingung juga, yaudah tebak aja jawabannya. Siapa aja kamu lagi beruntung (it happened to me XP)

3. Writing Test

IELTS Writing Test itu terbagi jadi 2 task. Task 1 biasanya disuruh jelasin gambar, bisa berupa pie chart, line chart, workflow dan sebagainya. Task 2 biasanya disuruh memberikan opini atas suatu statement.

TASK 1

  • Introduction. Selalu mulai dari pengenalan, jelasin gambar itu tuh gambar apa, mengilustrasikan/menunjukkan apa, selama berapa banyak/lama. Misal: “the chart above shows the number of vehicle ownership for two decades from 1980 to 2000“.
  • Deskripsikan HANYA yang ada di gambar. Nggak perlu bikin-bikin asumsi berdasarkan gambar. Jangan sampai ada yang kelewatan. Misalnya di gambar line chart ada kenaikan, meskipun sedikit banget, tetep harus dijelasin.
  • Gunakan kata-kata formal. Sebisa mungkin gunakan kata-kata formal atau istilah akademik dalam tulisan kamu. Biar kamu keliatan pinter dikit gitu wkwk. Karena poin penilaian juga dilihat dari ragam vocabulary yang kamu tau.
  • Jangan mengulang kata. Mulai sekarang biasakan cari sinonim dari kata-kata. Misalnya “dramatically decreasing” bisa diganti dengan “plummeting”. Bisa buka di thesaurus.com ya buat cari sinonim.
  • Gunakan Grammar yang benar. Tutor saya bilang, “use past tenses, because whatever happened in the picture, it’s in the past, it’s already happened. That’s why they create a picture of it“. Tapi kalo misal gambarnya peta, sebaiknya ngga usah pake past tense sih. Ya disesuaikan aja. Intinya grammarnya harus benar.
  • Kesimpulan. Ini yang paling penting. Yang pertama dicari sama examiner adalah kesimpulan. Kamu harus menyimpulkan jadi intinya gambar ini tuh menceritakan apa? Misal: “In conclusion, the general trend of X is downward. However, in December it ended twenty points higher than when it started in January” .Kesimpulan bisa dimulai dengan kalimat “in summary” atau “in conclusion” atau cari contoh lain di internet banyak kok.
  • Harus 150 kata. Di task 1, kamu harus nulis minimal 150 kata. Jangan sampai kurang karena nanti nilainya minus.

TASK 2

  • Introduction. Sekali lagi, jangan lupa introductionnya!
  • Beri pandangan 2 sisi. Kalo disuruh menyampaikan opini, sampaikanlah pandangan dari 2 sisi dulu, positif dan negatifnya gimana. Plus minusnya gimana.
  • Nyatakan opinimu. Kalo ternyata kamu setuju, ya nyatakan bahwa kamu setuju dengan statement yang diberikan serta berikan alasan setujunya kenapa.
  • Kesimpulan. Ini penting banget, jadi jangan sampe nggak ada kesimpulannya ya!
  • Grammar. Cek lagi grammarmu sudah benar atau belum?
  • Jangan mengulang kata. Banyak-banyak belajar vocab ya biar kata-kata yang dipakai nggak itu-itu doang.
  • Harus 250 kata. Nah kalo untuk tadk 2 biasanya disuruh buat 250 kata. Jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin supaya bisa tercapai 250 kata, karena kalo kurang nanti nilainya minus.

4. Speaking Test

  • Gunakan kata & kalimat formal. Jangan coba-coba pakai slank ya (saya ngga sengaja ngomong “nope” ke examiner hehehe)
  • Pikir sebelum menjawab. Biasanya saat speaking test dikasih kertas kecil buat nulis poin-poin jawaban yang mau kita sampaikan. Jadi, manfaatkanlah sebaik-baiknya.
  • Stick to the topic. Jawab yang singkat padat jelas aja. Jangan sampe keluar dari topik pembicaraan.
  • Grammar yang benar. Sekali lagi, ketika kamu menjawab pertanyaan, gunakanlah grammar yang benar.
  • Lie a little. Kebanyakan orang zonk ketika ditanya sesuatu yang jawabannya sebenernyata ngga ada. Misal saya, disuruh deskripsiin sport facilities (cth: stadium, kolam renang, dll) yang ada di dekat rumah saya. Lha dekat rumah saya ngga ada sport facilities trus masa saya jawab aja “sorry I don’t have any sport facilities in my hometown” gitu? The examiner doesn’t care whether you really have it or not, they just want to test you to speak out correctly. Jadi saya bilang aja dekat rumah saya ada kolam renang, gedungnya warna ijo, kolamnya kotor, kalo weekend rame banget. Yea, they want this kind of answer.
  • Jangan panik. Tarik napas dalam-dalam sebelum tes. Ngga usah takut, examinernya nggak gigit kok. Kalo kamu degdegan, bilang aja “to be honest, I’m a little bit nervous”. Trus kalo di tengah-tengah penjelasan kamu disuruh berhenti, nggak usah baper dan panik. Bukan karena examinernya ngga mau denger jawaban kamu, tapi karena emang waktunya udah habis hehe.

Yha kira-kira begitulah tips yang saya dapat dari tutor dan dari pengalaman tes IELTS saya. Alhamdulillah hasilnya memenuhi ekspektasi saya jadi 2,8jt nya nggak sia-sia hehe. Semoga tipsnya bermanfaat ya!

Cheers!

PS: yang mau soal-soal latihan IELTS, feel free to leave your email on comment section ya.

Advertisements

2 thoughts on “Tips & Trik Tes IELTS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s