Mengenang Ramadhan di Masa Kecil

Masjid Tempat Saya Tarawih Waktu Kecil
Masjid Tempat Saya Tarawih Waktu Kecil

Nggak terasa, sekarang sudah memasuki bulan ramadhan lagi. Semoga Allah melimpahkan keberkahannya untuk kita semua di bulan suci ini.

Kalau sudah masuk ramadhan, saya selalu teringat masa kecil saya dimana ramadhan terasa begitu syahdu. Banyak juga kenangan-kenangan lucu dan aneh yang saya alami selama ramadhan.

Beberapa kenangan itu mungkin akan saya ceritakan disini, supaya saya tidak lupa.

Dulu, waktu kami sekeluarga masih tinggal serumah, dan bahkan saya masih tidur di kamar orang tua saya, saya selalu dibangunkan sahur jam setengah 3 pagi. Dengan mata yang masih terpejam, saya berjalan sempoyongan ke ruang makan. Kemudian duduk manis sambil minum susu coklat yang sudah disiapkan oleh ayah saya sembari menunggu masakan siap dihidangkan.

Pernah suatu hari saya terbangun dan itu sudah jam 7 atau 8 pagi. Saya bangun dan langsung mencari ibu saya sambil berkata “mah, masa semalem aku mimpi dibangunin sahur sama papa, terus malah aku tonjok lehernya papa”. Ibuku dengan sewot menjawab “itumah bukan mimpi! Emang beneran!” hahahaha :””D

Dulu, setiap bulan ramadhan sekolah saya pasti membekali murid-muridnya dengan buku “absensi shalat tarawih”. Alhasil, mau nggak mau setiap malam kami harus pergi ke masjid dan membawa buku itu. Karena harus diisi dengan rangkuman ceramah lengkap dengan tanda tangan imam sholat tarawihnya. Pokoknya kalo absensinya jelek, nanti nilai mata pelajaran agamanya jelek juga hahaha.

Dulu, saking bersemangatnya saya pergi tarawih, setelah buka puasa dan shalat magrib saya langsung siap-siap. Saya kayuh sepeda ke rumah teman saya, menitipkan sepeda disana, lalu kami jalan kaki bersama ke masjid. Padahal kalau dilihat-lihat sekarang, jarak rumah saya ke rumah teman itu lebih jauh daripada rumah saya ke masjid. Tapi karena saya dulu takut jalan sendirian malam-malam, alhasil saya selalu bareng teman. Karena di daerah rumah dia banyak anak-anak seumuran saya, jadi ramai.

Dulu, ada masa-masa dimana kalau kita jajan chiki, cheetos dan Jet-Z bakal dapat hadiah. Setiap bulan puasa, karena uang jajannya nggak dipakai, jadinya saya belikan makanan berbuka. Setiap jam 3 sore saya mengayuh sepeda ke minimarket terdekat, membeli sebungkus dari salah satu snack di atas, serta susu milo kotak kecil. Kemudian susunya saya masukkan ke freezer. Saat tiba waktu berbuka, saya senang sekali karena bisa minum susu beku. Dan dapat hadiah dari ciki tentunya XD.

Dulu, pernah suatu hari hujan turun di sore hari. Meninggalkan jalanan yang becek dan kubangan air. Ketika saya menaiki sepeda untuk pergi ke tarawih, saya terperosok di tikungan. Lalu? Itu menjadi ciuman pertama saya. Iya, dengan aspal. Hahahaha.

Dulu, semenjak saya berani pergi sendiri ke masjid, saya datang paling awal. Sembari menunggu adzan isya, saya akan duduk sendirian disana, sambil menikmati angin sepoi-sepoi dari jendela dan membaca Al-Qur’an. Syahdu sekali.

Dulu, seusai sahur saya akan menunggu adzan subuh sambil menonton acara sejarah islam di televisi. Seselesainya sholat subuh, saya akan naik ke atap rumah saya yang masih di bangun, kemudian melihat matahari terbit. Pernah suatu hari saya tertidur di atas atap, dan sekeluarga bingung mencari saya. Untung saya nggak jatuh dari ketinggian 5 meter hehehe.

Saya rindu ramadhan yang syahdu dan yang lugu, yang bisa saya kenang kembali. Rindu ramadhan yang merubah diri saya lebih dekat dengan Allah. Yang penuh arti. Yang damai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s