To Finally Forgive

The holy day of Wid Mubarak has come.

This year is a little bit different.

Both my brother and sister are visiting my grandma in Jogjakarta, while me and my parents stay at home.

__________

Hingga akhirnya hari lebaran tiba, dan kami melangsungkan tradisi tiap lebaran: Sungkeman.

Ini adalah lebaran pertama kami tanpa nenek. Lebaran yang sepi karena sanak saudara tak lagi berkumpul di rumah nenek tertua kami. Lebaran yang sepi, karena adik-adikku mudik.

Tetapi ini lebaran yang paling bermakna buatku.

Hanya ada aku, ayah dan ibu.

Akhirnya, aku bisa berdamai dengan segala ketidaksempurnaan keluargaku.
Akhirnya, aku bisa membebaskan amukan dalam jiwaku. Dengan air mata.

Akhirnya, aku bisa memaklumi segala kesalahanku.

Lebaran yang paling paling bermakna buatku, karena akhirnya, aku bisa memaafkan diriku sendiri.

__________

Lebaran kali ini, lebaran yang sedikit selebrasi tapi sarat makna.

Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk bertemu ramadhan dan lebaran tahun depan.

__________


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s