Setiap Tahun, Kami Melihat Ke Belakang

Ku kira Januari telah berlalu tanpa meninggalkan jejak. Ternyata sudah ada satu rekam jejak di awal tahun ini.

Tapi, tidak afdol rasanya memulai tahun tanpa sedikit menoleh ke belakang, sekedar untuk melihat, sejauh apa kaki ini sudah melangkah?

Sejauh apa diri ini sudah bertumbuh?

Dan tentu, kembali melihat ke depan, untuk bertanya: kemana kita sekarang?

Kalo bahasa asiknya: ngapain nih enaknya sekarang?

Agenda tahunan kami sudah terlaksana. Cukup sederhana, hanya kembali ke kota tempat kami bertemu.

Berjalan seharian. Bernafas. Bercengkerama.

Lalu makan, makan, dan makan. Hahaha.

Seharusnya, tidak ada yang istimewa dari kegiatan di atas. Dan pada kenyataannya pun memang tidak istimewa. Semuanya biasa saja.

Tapi aku bahagia.

Aku bisa menjadi diriku sendiri, menikmati diriku sendiri dan melakukan apa yang aku sukai.

Aku harap dia pun begitu.

Tahun ini, kami tidak banyak bicara.

Baginya, tahun lalu adalah tahun pembelajaran. Tahun ini dia harapkan menjadi tahun pembuktian.

Bagiku, tahun lalu adalah tahun kesadaran. Tahun ini kuharap akan jadi tahun penemuan.

Cukup sederhana.

Tak panjang lebar, tak berbelit.

Hanya butuh dua puluh menit.

Semoga kita bisa melalui tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya dengan baik dan bahagia.

Masih ada banyak cerita yang bisa kita bisa tukar.

Masih jauh kaki kita harus berjalan, dan aku rasa jika ada teman bicara, perjalanan akan menjadi lebih menyenangkan bukan?

Semoga segala harap baik kita disambut baik juga oleh Yang Maha Kuasa.

Kali ini tak ada foto.

Semuanya kusimpan sendiri.

Aku sedang tak mau berbagi, mungkin lain kali.

Cukup kita saja yang tau.

Dan Ridwan Kamil, tentunya XD.

Sampai jumpa setiap hari!

Advertisements