#100DPS Day 100: 2016

It’s finally over.

Both the year of 2016 and my #100DPS project.

2016 has taught me so much, the joy and sorrow. I’m going to list the big thing that happened in 2016.

1. I got accepted in Barcelona for my master degree.

2. I have a breast tumor.

3. I published my first paper, yeay! 

4. I got an exceptional birthday present: an invitation card to spend a full day with one of my favorite person without distraction. Thank you, I will never forget this 🙂

5. I went to another country for the first time.

6. My grandmother died.

7. I can finally live under the same roof with my father again.

8. My friends got married. 3 of my friends got married! One of them even already have a baby, and one another is going to be a father soon!

Well done 2016, you have done so much. Thank you for all the lesson. I hope I’ll be a better version of myself in 2017.


Sayonara!

Advertisements

#100DPS Day 99: Paradoks, Pertanyaan dan Jawaban

For the first time, I really understand that love is not about answering the question. And it does not always have the answer.

Aku sering menerka-nerka, apa yang sebenarnya kau rasakan?

Apakah kita berada pada frekuensi yang sama?

Kau si pemalu, kurasa tidak pernah secara blak-blakan mengungkapkan berjuta rahasia dalam kepalamu.

Namun, lebih dari kata, aku mengerti.

Dari dekap hangatmu.

Senyummu.

Suaramu

Pandang matamu.

Genggam tanganmu.

Hari itu, kau perlakukan aku bagai seorang putri raja.

Menjagaku, membuatku bahagia.

Aku benar-benar bahagia.

Kau beri aku milikmu yang tak mungkin kau dapat lagi.

Betapa hidup adalah paradoks.

Bagaimana mungkin suatu hari bisa terasa sangat panjang, dan sangat pendek di saat yang sama?

Atau bisakah ia berhenti sejenak?

Aku ingin merasakan setiap detil saat itu.

Rasanya belum cukup. Belum cukup saat itu.
Kamu racun.

Kamu telah menyembuhkanku.

Terima kasih.


For the most memorable October 8th in my life.

#100DPS Day 98: Weekend at Singapore

So last weekend, I went to Singapore with my friends.

It was super fun! But this time I’m not gonna write a long story and just post a bunch of photos instead :p

Here they are, enjoy!

A Girl in China Town
A Girl in China Town
Architecture
Architecture
Sandwiches?
Sandwiches?
People Nowadays
People Nowadays
:o
😮
Helix Bridge
Helix Bridge

Spaghetti Space Chase
Spaghetti Space Chase
Wandering China Town
Wandering China Town
Walking Around
Walking Around
Subway?
Subway?
SG50
SG50
Stereotype
Stereotype

Another Stereotype
Another Stereotype
:D
😀
Bugis Street
Bugis Street
Marilyn Monroe
Marilyn Monroe

Happiness is contagious
Happiness is contagious
Pigeons
Pigeons
Yellow Stair
Yellow Stair
Tough Girl
Tough Girl
Inside the Building
Inside the Building

#100DPS Day 96: Aku Juga Punya Dilan

Minggu lalu ketika saya jalan-jalan hunting foto ke Kwitang, saya beli satu buku.

Bukan karena emang mau beli sih, tapi karena abang yang jualnya baik. Ngizinin saya masuk ke kiosnya buat foto-foto. So I bought a book to appreciate him.

Saya ambil buku yang judulnya “Dilan”, karya Pidi Baiq. Kenapa saya pilih buku itu?

Simply karena buku itu ada di jajaran paling depan sih hehehe. Dan karena teman saya yang juga suka baca buku, bilang buku itu bagus.

Ketika saya baca buku Dilan, saya bingung. Ini tuh kisah nyata atau fiksi sih?

Kisah dalam buku itu berlatar belakang di Bandung tahun 1990. Saya, yang kebetulan memang pernah cukup lama tinggal di Bandung, merasa benar-benar terbawa suasana ketika membacanya. Saya beneran kebayang cerita Dilan dan Milea di Bandung. Walaupun mungkin suasananya berbeda antara Bandung tahun 1990 di buku itu dan Bandung yang sekarang. Tapi tetap saja, beneran kerasa banget bandungnya.

Dan Pidi Baiq berhasil membuat si tokoh Dilan ini jadi figur yang istimewa. Karena memang ngga jauh dari kenyataan. Saya yakin, memang ada pemuda yang seperti ini diluar sana.

Ada salah satu bagian yang saya suka banget. Ketika Dilan ngasih kado ulang tahun ke Milea yang isinya buku TTS yang udah diisi semua. Beserta pesannya:

“Selamat ulang tahun Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan!”

Dan saya suka pemikiran Milea pada bagian setelahnya:

“Dengan memberi buku TTS, sekarang (saat kutulis cerita ini) aku baru sadar bahwa Dilan bukan semata-mata memberi barang. Dia memberi ide, dia memberi konsep dan itu lebih mahal, dan itu lebih penting dari apapun.”

Milea, sepertinya saya punya seseorang yang seperti Dilanmu. Kamu harus senang, karena jika tidak, saya kan jatuh cinta pada Dilanmu.

Milea, dia juga memberi saya kado yang lain, yang nggak biasa. Seperti Dilanmu, dia juga memberi ide, dia memberi konsep. Dan yang lebih saya suka, dia memberikan saya waktu. Sebagian dari 24 jam dia, yang diluangkan untuk saya, khusus untuk saya, yang ngga akan dia dapat lagi. Dan itu lebih mahal, lebih penting dari apapun.

Kang Pidi, makasih ya udah nulis buku ini. Saya suka. Makasih udah ngenalin saya dengan tokoh Dilan. Nanti saya baca buku selanjutnya deh. Untung Dilan ngga ada di dunia nyata, kalo iya, kan saya bingung harus pilih yang mana hehehe. Eh nggak deng, nanti Milea marah.

#100DPS Day 94: Pertama Kali ke Kwitang, Salah Satu Surga Buku Terpopuler di Jakarta

Beberapa hari yang lalu Kak Mega tiba-tiba nge-line saya. Ngajakin ke Kwitang, out of the blue.

I know what is it about, and I instantly said yes.

Kak Mega adalah orang yang suka sekali baca buku. Sedangkan saya adalah orang yang suka sekali foto-foto. Akibatnya, jika kami pergi ke pasar buku, dua belah pihak terpuaskan. Yang satu dapet stok buku, yang satu dapet stok foto.

Kwitang adalah salah satu pasar buku yang cukup terkenal, terutama buat anak-anak seusia saya (emang masih anak-anak?). Karena pasar buku ini sempat nge-hits di awal tahun 2000-an gara-gara film AADC.

Sayangnya, saya baru kesampean mengunjungi tempat itu sekarang. Lokasinya di daerah pasar Senen. Nggak jauh dari Mall Atrium Senen.

Seharian kami keliling-keliling untuk hunting foto di Kwitang, dan beginilah hasilnya:

Abangnya maen hape mulu
Tenggelam diantara buku
Pegang Tapi Nggak Beli
Dilan
Kalo lagi jaga warung emang suka ngantuk
Neng seneng amat neng?
“Saya ganteng neng kalo di poto, kalo neng naksir saya ga tanggung ya”
“Neng ikutan poto dong”
“Foto saya mau dimasukin ke majalah ya neng?”
Yo dipilih dipilih
“Bang senyum dong bang biar ganteng”. Dan beginilah senyumnya.
Ini kak Mega.
“Neng jangan poto saya neng ntar kameranya rusak kena pirus”
“Gini ya gayanya?”
Plenty of books.
Shy shy cat(?)
Sore.
Parkiran.
Up & Down
Sekian foto-foto di Kwitangnya. Semoga bisa hunting foto lagi dalam waktu dekat!