#100DPS Day 90: First Paper Conference

Untuk pertama kalinya, saya mempresentasikan hasil penelitian saya di depan umum. Hasil riset bersama Pak Andry, dosen saya ini sebenarnya sudah cukup lama. Namun baru sempat dipublikasikan sekarang hehe.

Oiya, penelitian saya ini dipresentasikan di The 4th International Conference on Advances in Intelligent Systems in Bioinformatics, Chem-Informatics, Business Intelligence, Social Media and Cybernetics 2016 (InteliSys 2016). Panjang banget yah namanya?

Nantinya, penelitiannya akan dipublikasikan di ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences. Uyeay!

Di InteliSys tanggal 20-21 Agustus kemarin ini nggak cuma saya yang presentasi dari Telkom University. Ada Viva dan Bebyta juga, anak bimbingannya pak Andry angkatan 2012. Semasa skripsian, mereka sering diskusi bareng saya juga.

Dari 100-an paper yang di submit, hanya ada 16 paper yang diterima. Salah duanya adalah paper hasil penelitian kami. Dan dari berbagai presenter saat itu, rata-rata adalah dosen dan peneliti yang sepertinya usianya jauh di atas kami. Hehehe, kami anak bawang!

Tapi nggak apa-apa, kalo kata pak Andry, sekalian latihan hehe. Bener juga sih, awalnya degdegan. Apalagi saya kebagian presentasi paling awal. Hmm, ternyata pas udah maju ke depan, ya gitu weh. Kirain gimana.

Ini dia foto-foto waktu conference:

Aku mah apa atuh kalah tinggi sama mimbar
Viva dan Bebyta presentasi
Foto bareng pak Andry, dosen ter-asik dan ter-gaul!

Yah begitulah pengalaman kami. Semoga bakal banyak ikutan acara beginian lagi ehehehe, aamiin!

Advertisements

#100DPS Day 71: Dosen Terbaik

Tulisan yang cukup panjang kali ini saya persembahkan untuk dosen pembimbing skripsi saya, Bapak Andry Alamsyah.

Saya pertama kali kenal Pak Andry sekitar tahun 2013. Kala itu, saya sering menemani Bang Nando –sahabat saya– untuk bimbingan skripsi dengan Pak Andry. Saya yang waktu itu masih semester 5 hanya bisa planga-plongo mendengar percakapan mereka tentang Social Network Analysis, Big Data, dan hal-hal asing lainnya.

Setelah beberapa kali ikut Bang Nando saat bimbingan, Pak Andry bertanya pada saya “Aul mau skripsi kapan? Udah kepikiran belum mau bahas topik apa?”. Waktu ditanya begitu, saya ya blank. Boro-boro mikirin skripsi, magang juga belum. Jadi ya saya jawab saja “Belum tau nih pak hehe”. Kemudian Pak Andry bertanya lagi “Mau skripsi SNA nggak? Kalo mau, kamu baca-baca aja dulu dari jurnal sekalian nyari topik bahasan”.

Entah kesambet angin apa, saya jawab “Mau pak, oke nanti saya cari bahan bacaan dulu habis itu saya diskusi sama Bapak ya”. Padahal saat itu saya masih nggak tau apa-apa soal SNA.

Sampai akhirnya di semester 7 saya memantapkan diri untuk mengambil tugas akhir. Nggak pakai pikir panjang, saya menemui Pak Andry dan menyatakan diri ingin menjadi mahasiswa bimbingannya. Voila! Tau-tau saya sudah jadi mahasiswa bimbingannya.

Gara-gara bimbingan sama Pak Andry, saya jadi tau tentang SNA, sentiment analysis, data mining, big data dan hal-hal menarik lainnya. Pak Andry orangnya asik banget. Dan saya amazed banget dengan kecerdasan Pak Andry, tapi beliau tetap humble.

Beliau yang selalu bikin saya ingat bahwa hidup itu isinya proses belajar. Kita harus explore berbagai hal dan nggak usah takut salah. Pak Andry membimbing tapi nggak “nyuapin”.

What’s more interesting is, he was a photographer! That’s just too cool! :p

Berkat Pak Andry, kehidupan saya semasa skripsi jadi seru kayak roller coaster. Dari mulai dapet fasilitas gratis ikut Konferensi Big Data pertama di Indonesia, sampai nongkrong bareng di cafe sama beliau. Dan karena semua masa-masa itu dilewatin bareng teman-teman yang super asik, semuanya jadi seru banget.

Berkat Pak Andry juga, sekarang saya dapat perkerjaan saya sekarang.

Makasih banyak Pak Andry, semoga ilmu yang bapak turunkan ke mahasiswa-mahasiswa Bapak bisa bermanfaat buat kami, almamater, bangsa dan negara.

Buat saya, Pak Andry adalah dosen terbaik semasa kuliah! 😀

Ulang Tahun di ICT Expo Bareng Pak Andry dan Teman-Teman
Ulang Tahun di ICT Expo Bareng Pak Andry dan Teman-Teman
With Pak Andry After Pak Andry Ngeband
With Pak Andry After Pak Andry Ngeband
Wisuda Bareng Anak Bimbingan Pak Andry (Aul-Rio-Widita)
Wisuda Bareng Anak Bimbingan Pak Andry (Aul-Rio-Widita)

#100DPS Day 60: The Power Of Community

Belakangan sejak ngerjain skripsi saya jadi belajar macem-macem. Diluar yang saya pelajari di mata kuliah saya.

Dalam bahasan skripsi saya, ada beberapa topik yang menyinggung tentang komunitas (oiya skripsi saya tentang Social Network Analysis). Sebenarnya apa sih komunitas itu?

Definisi komunitas yang saya dapatkan dari businessdictionary.com adalah sebagai berikut:

Self-organized network of people with common agenda, cause, or interest, who collaborate with sharing ideas, information and other resources.

Selama kuliah pun saya ikut aktif dalam beberapa komunitas. Beberapa komunitas yang saya ikuti bergerak di bidang fotografi. Diantaranya adalah komunitas KameraHpGw regional Bandung dan komunitas Telkom Hunter.

Pada awalnya saya belum merasakan manfaat dari ikut komunitas. Tadinya saya memang cuma ingin menambah teman saja karena memang dasarnya saya suka bersosialisasi.

Tapi belum lama ini, justru saya baru menyadari pentingnya suatu komunitas saat ada momen kecil dimana saya membantu teman saya untuk skripsinya.

Kebetulan skripsi teman saya itu meniliti tentang iPhone, dan dia minta tolong ke saya untuk bantu menyebar kuesioner. Dia merasa kesulitan karena harus mendapatkan 400 responden dari seluruh Indonesia dalam waktu yang cukup singkat.

Disitu saya terpikir, karena dia meneliti tentang iPhone yang notabene adalah salah satu smartphone favorit bagi para fotografer instagram masa kini, bisa dong ya kita sebar kuesioner ini ke para pengguna instagram yang pake iPhone?

Cara tercepat untuk menemukan mereka bagaimana? Komunitas jawabannya!

Langsung saja saya sebar ke komunitas yang saya ikuti tadi karena memang relevan.

Hasilnya? Mencengangkan. Teman saya sampai terharu, dalam waktu kurang dari 2 jam dia sudah bisa mengumpulkan 65 input. Lumayan banget kaaaan.

Itu salah satu manfaat komunitas dalam lingkup kecil. Tentu banyak lagi manfaat dari adanya komunitas, misalnya:

1. Bisnis

Komunitas bisa membantu untuk promosi produk. Misalnya untuk jadi buzzer. Komunitasnya untung ada pendapatan, perusahaannya juga untung, dapet range penyebaran yang luas dengan biaya yang ga terlalu tinggi.

2. Penelitian

Contoh yang saya berikan di awal tulisan ini juga salah satu manfaat komunitas di bidang penelitian.

3. Pendidikan

Kalian pasti sering dengar komunitas mengajar yang digalakkan oleh para pemuda. Bayangin kalo komunitas itu ada banyak di seluruh Indonesia. Masyarakat yang kurang mampu atau yang ada di pelosok akan mendapatkan kesempatan untuk dapat ilmu. Indonesia bisa lebih maju.

4. Politik

Simpel sih, misalnya kamu ikut komunitas apa gitu dan kamu aktif disitu. Trus suatu saat kamu mau jadi caleg deh misalnya, kamu udah punya basis massa tuh dari teman-teman komunitas hehehe :p

5. Seni dan Budaya

Pernah dengar komunitas pecinta angklung? Dengan adanya komunitas seperti itu, eksistensi peninggalan budaya kita bisa diselamatkan. Bayangin kalo ada komunitas pecinta tempe misalnya (beneran ada kali ya?), dan mereka aktif. Ga akan deh tempe diakui sebagai makanan dari negara lain :p

Dan masih banyak lagi.

Makanya kita sebagai anak muda, jangan ragu-ragu buat ikut komunitas. Selama itu berdampak positif, kita harus sering aktif. Selain kita dapat ilmu, teman baru bisa mengembangkan minat, bakat serta potesi diri, kita jadi punya banyak kesempatan yang lebih luas, dan kita juga bisa ikut membantu orang lain loh!

Ingat, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat 🙂

#100DPS Day 54: It’s Okay to Make Mistakes

Hari ini saya belajar,

Sekali lagi,

Bahwa,

It’s okay to make mistakes.

Seorang sahabat berkata

“You didn’t let mistake happens. Padahal, it’s okay to make mistakes. Kita ga harus jadi sempurna kok.”

Iya. Seringkali saya begitu. Satu sisi perfeksionus saya selalu ingin semuanya berjalan seperti apa yang saya mau. Saya lupa, bahwa saya ini manusia. Sedangkan yang sempurna itu cuma Dua, Allah yang Maha Sempurna.

Kemarin saya sempat menangis. Kecewa sama diri saya sendiri. Ngedown. Saya capek.

Tapu kemudian, karena sahabat saya itu saya jadi sadar. Ya nggak apa-apa toh salah? Namanya juga manusia. Kemana diri saya yang dulu? Yang selalu mikir “yaelah trus kenapa? Kalo salah ya coba lagi. Kalo ga ngerti ya coba dulu.”

Sekarang saya bersyukur. Saya jadi sadar, ingat sebuah kalimat “ya bagus lah kalo lo capek, tandanya lo udaha kan?”. Iya bener juga sih.

Hahaha someone said this when I cried “heh, udah jangan nangis. Belom kiamat juga…”

Kampret sih, but I should thank him for that. And for cheered me up afterward 🙂

#100DPS Day 49: Thanks, 2014!

Let’s see what 2014 means to me…..

2014 has been a wondrous year for me.

Campur aduk sekali. Emosi saya diputar-balikkan. Jalan pikiran saya diobrak-abrik. Tapi tentu dari semua itu, saya dapat banyak pengalaman. There is always firts time for everything. And I got it many times in this year.

My first hike.

My first business.

My first backpacking trip.

My first iphone hahaha.

My first camera.

My first experience to organize an event.

My first street photograph.

I mean, I got a bunch of happiness this year.

Ada banyak juga lika-liku kehidupan yang saya alami di tahun ini. Jatuh cinta, sakit hati, pacaran, putus. Perjuangan, putus asa.

Saya dapat banyak teman baru. And also I figured out who my real friend is.

Saya bahagia sekali bisa pergi ke banyak tempat baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Tempatnya bagus-bagus juga.

And there are some things that make me feel like I’m being my self as a whole. A complete human being.

Untuk bisa ada di samping orang-orang yang membutuhkan saya. Menjadi pendengar bagi teman-teman saya. (Wah berarti resolusi tahun 2013 sudah tercapai).

Saya senang bisa menjadi bagian dari kebangkitan diri baru orang-orang di sekitar saya.

Menjadi bermanfaat bagi orang lain selalu menjadi keinginan terbesar saya.

Dan tahun ini, saya banyak sekali mendapatkan kesempatan itu. Alhamdulillah ya Allah.

Tahun ini pun, hidup saya berubah. Saya dan seorang sahabat saya mendirikan bisnis bersama. Dari situ saya bisa membeli barang-barang dengan uang saya sendiri. Saya bisa membeli kamera pertama saya dengan hasil jeri payah saya sendiri. Saya bisa jalan-jalan dengan hasil keringat saya sendiri. Dan tentu yang terpenting, saya bisa gantian memberi orang tua saya.

Dan saya bersyukur sekali, saya memiliki teman-teman yang awesome! Mereka lah yang ada disana pada momen-momen pengalaman pertama saya. Thanks guys! I can never thank you enough 🙂

New Friends in Wates!
New Friends in Wates!
First Street Photograph Experience!
First Street Photograph Experience!
Re-uniting and first time Dago Pakar!
Re-uniting and first time Dago Pakar!
First time to Gunung Padang and a lot of new friends!
First time to Gunung Padang and a lot of new friends!
First Time to Dusun Bambu, and yeay I got new friend!
First Time to Dusun Bambu, and yeay I got new friend!
First Backpacking Experience, to Bromo!
First Backpacking Experience, to Bromo!
First Time to Goa Pawon and got new friends!
First Time to Goa Pawon and got new friends!
First Time to Grafika Cikole!
First Time to Grafika Cikole!
First Hike To Papandayan!
First Hike To Papandayan!

Ah! Ulang tahun saya kali ini pun sangat berkesan. Di surprise-in sama anak-anak instameet kamerahpgw se-bandung, di surprise-in sama anak-anak kelas F plus dosen manajemen strategi juga hahaha. Di todong traktir sama anak-anak CCI di Bober Cafe trus ditinggalin pulang duluan padahal uang cash di dompet tinggal 4000 dan mesin EDC lagi error jadi gabisa bayar pake debit. Piye perasaanmu cuk? :’) But really, I love you guys all :*

 

Birthday Surprise dari kelas F!
Birthday Surprise dari kelas F!
Surprise Ulang Tahun dari KameraHpGw Bandung
Surprise Ulang Tahun dari KameraHpGw Bandung

Tapi penutup tahun 2014 ini, sepertinya akan sangat membekas di benak saya.

Tuhan benar-benar memberi saya tamparan keras di muka. Yang membuka lebar-lebar mata saya.

Untuk kedua kalinya di bulan Desember, perasaan saya diluluh-lantakkan. Patah hati dua kali di bulan yang sama dalam dua tahun berturut-turut? Yang benar saja.

Tapi saya benar benar mengalaminya. Entah kenapa, kali ini saya tidak begitu hancur. Karena saya sudah pernah jatuh sebelumnya? Atau karena kali ini saya baru mengambil pelajaran?

Saya hanya ingin berprasangka baik pada Tuhan. Mungkin ini upaya Tuhan untuk –sekali lagi– menyadarkan saya agar mengerti, kapan saya harus memperjuangkan sesuatu, dan kapan harus berhenti.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

 

Life is good. Forget your sorrow, and be grateful for your blessings guys 🙂

#100DPS Day 47: Jogja – Antara Konferensi, Liburan dan Gila-gilaan.

Minggu, 7 Desember 2014
12:54

Saat saya menulis ini, saya sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung dengan kereta.

“Liburan” saya yang singkat dan tidak pada tempatnya ini meninggalkan banyak kesan. Banyak sekali kenangan yang akan saya tertawakan kembali di kemudian hari.

Rabu, 3 Desember 2014
03:44 dini hari

Saya, Rizal dan Widita menapakkan kaki di Kota Jogja. Dari stasiun kami bingung mau naik apa ke hotel. Ada banyak pilihan, dari mulai taksi, ojeg, bahkan becak motor.

Saya tak menyangka, Rizal akan mengajak kami untuk naik becak motor. Well, naik becak motor itu nggak aneh sama sekali.

Tapi kalo naik satu becak motor untuk bertiga dengan tas dan tentengan yang seabrek?

“Nggak apa-apa, jadi seru kan? Naik taksi mah biasa.” Dengan ringan ia berucap.

Oke, atur posisi. Widita naik duluan, lalu Rizal naik. Saya?

Saya dipangku Rizal. Hahahaha.

IMG_3952-1.JPG

Dalam hati saya was-was, ini kalo ada jalan rusak saya bakal nyungsep ke depan nggak ya….

Yang dikatakan Rizal memang benar adanya. Naik becak bertiga tumpuk-tumpukan gitu emang seru. Yah untungnya itu jam 4 subuh. Coba kalo siang? Mungkin kita dikira atraksi sirkus.

07:05 pagi hari

Kami bertiga berangkat ke UGM untuk tujuan utama kami: Konferensi Big Data Indonesia. Jalan kaki. Iya, jalan kaki. Dan ternyata lumayan bikin make up berantakan dan badan keringetan saat kita sampai di venue.

Disana kami bertemu lagi dengan Bang Allen dan Bang Dimas (yang lebih suka dipanggil “Tuan Muda” dan “Bos”). Sebelumnya kami bertemu mereka di Stasiun Bandung, dan ternyata mereka juga mau ke Konferensi.

Kami sepakat untuk bertemu lagi di Konferensi, lalu jalan-jalan bareng di Jogja.

Selama dua hari bersama orang-orang ini, rasaya usia saya tambah panjang. Tiap hari isinya ketawa terus. Entah apapun bisa aja jadi olok-olokan buat Si Tuan Muda dan Si Bos.

Dari mulai sok-sokan ngaku tamu VVIP yang lagi blusukan membaur makan bareng tamu biasa, sampe nggak mau diajak pulang dan malah tidur di angkringan kopi joss.

Liat nih kelakuannya di ruang makan:

IMG_4148-0.JPG

Pas di angkringan malah tidur-tiduran nggak mau pulang:

IMG_4318-1.JPG

Yah suka-suka mereka aja lah mau ngapain.

Seneng banget bisa ngakak-ngakak bareng mereka selama di Jogja. Bener-bener nyegerin otak. Dasar gendeng!

Hari terakhir, kita semua mencar-mencar. Saya dan Widita ke Wates, Rizal ke Solo, Bang Allen dan Bang Dimas balik ke Bandung. Tapi sebelum itu, selfie dulu dong:

IMG_4367-1.JPG

#100DPS Day 46: Dalam Perjalanan

IMG_3900.JPG

First of all, I want to say welcome to December.

Even though it is not my month, but I always had something special on December. Indeed it is the last and one of the best chapter of the book.

Saat saya menulis ini, saya sedang dalam perjalanan ke Jogjakarta. Sebuah kota yang sebenarnya sudah sering saya singgahi. Tapi kali ini, bukan untuk “jalan-jalan”.

Saya, Rizal dan Widita ke Jogja untuk menghadiri Konferensi Big Data Indonesia pertama.

Macam-macam sih alasan kami ikut konferensi ini. Selain bermanfaat untuk skripsi, kami juga curi-curi waktu untuk liburan ditengah kepadatan kuliah semester akhir di minggu-minggu terakhir. Hahahaha.

Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan.

Sekarang pukul 1:34 dini hari dan saya terjaga dari tidur.

Bukan niat begadang, tapi saya sudah tidur dari jam 8 malam tadi. Kini orang-orang yang sedari tadi masih memegang handphone atau sekedar membaca buku, sudah terlelap.

Mata saya justru berkeliling, memperhatikan sekitar. Entah apa yang ada di kepala saya, rasanya berantakan sekali. Tapi saya merasakan sedikit ketenangan saat melihat orang-orang ini tertidur.

Tuhan memang menciptakan malam untuk beristirahat.

Ada sesuatu yang terlintas di pikiran saya, yang tidak bisa saya deskripsikan. Jadi, biarkan saya menggambarkannya.

IMG_3901.JPG

But midnight, close my eyes I’m tired,
I’m fading, I am only human 🎶

IMG_3914.JPG

IMG_3925.JPG

Maafkan saya yang mengintip di sela-sela tidurmu.