Sabtu Siang di 7SpeedCoffee

Haru Sabtu saya janjian dengan Widita untuk ke JCC, kami mau beli tiket kereta api yang lagi diskon. Ternyata sesampainya di JCC, antrian mengular sangat panjang dan tidak manusiawi.

Karena saya masih bisa berpikir logis dan masih sayang nyawa, setelah bertemu dengan Widita, kami memutuskan untuk nongkrong sambil ngopi aja di coffee shop yang baru buka di Kemang.

Nggak baru banget sih, cuman baru pindah ke Kemang. Tadinya di Cipete. Namanya 7SpeedCoffee. Eh ternyata Rio menyusul juga, akhirnya kami ngobrol-ngobrol dan ngopi bertiga disana.

Tidak lupa foto-foto tentunya:



Thanks for reading! 🙂

Advertisements

Dari Perpisahan Hingga Langit Ungu Senja Ini

Alhamdulillah, today I receive a lot of good vibes 🙂

Hari ini saya ketemuan sama Kak Mega. Ceritanya farewell meet up sebelum Kak Mega berangkat ke Amerika buat kuliah S2.

Kami janjian di Fillmore, sebuah coffee shop yang nyempil di daerah Kuningan. Ternyata tempatnya leh uga. Sesampainya disana, langsung ada pemandangan yang ngga bisa dilewatkan.  Nih:

Mas-nya minta difoto banget kan?

Dan seperti biasa, tidaklah mungkin dua orang wanita muda bertemu tanpa menghasilkan foto. Jadi ya begini nih:

Sister from another planet!
Kyaaa fotonya so cute! >.<
Asli, itu foto black and white yg di atas bagus banget
Foto ala-ala
Kirain mata saya yang salah, taunya emang mejanya ngga simetris :/
 

Aah see you Kak Mega! Semoga sukses di New York dan lancar kuliahnya! Semoga saya cepat nyusul dapat beasiswanya. Aamiin.

Di perjalanan pulang, saya sengaja mampir sebentar di Green Lake City. Karena hari ini cuacanya cerah (panas), jadi saya prediksi sunsetnya bakalan bagus.

Sembari duduk-duduk di pinggir jalan buat nungguin sunset, saya melihat ada anak kecil yang baru datang bersama ayah ibunya. Kayaknya sih mau menikmati sore juga.

Karena bapaknya ngefoto-fotoin anaknya, ya saya ikutan dong XD. Awalnya anaknya malu-malu, eh lama-lama mau juga. Saya sampai kenalan sama dia. Namanya Chacha, umurnya 3 tahun, abis makan teyong (telor) hahaha. Ini dia foto-foto Chacha:



Ngelihat mereka jadi ikut bahagia. Kepikiran bahwa bagi anak kecil, bahagia itu sederhana sekali. Ngeliat odong-odong lewat, denger suara jangkrik, liat langit berubah warna. Bahkan sesederhana denger saya ngomong “teyong” niruin dia. We adults should learn more to kiddos to live a happier life.

Kepikiran juga, betapa waktu sama keluarga itu penting. Ngga mahal kok, cuma jalan-jalan sore bareng ngelihat sunset. Tapi bahagia kan? 🙂

Setelah puas foto-foto sama anak kecil, akhirnya saya bergegas pulang karena sudah azan magrib. Tapi ternyata pas pulang, sunsetnya justru lagi bagus-bagusnya. So this is how I see sunset today:

Ini nih yang namanya vanilla twilight!
Rame juga ya penontonnya
Mulai gelap
 

So that’s pretty much sums up my day. And I’m so happy! Alhamdulillah 🙂

#100DPS Day 94: Pertama Kali ke Kwitang, Salah Satu Surga Buku Terpopuler di Jakarta

Beberapa hari yang lalu Kak Mega tiba-tiba nge-line saya. Ngajakin ke Kwitang, out of the blue.

I know what is it about, and I instantly said yes.

Kak Mega adalah orang yang suka sekali baca buku. Sedangkan saya adalah orang yang suka sekali foto-foto. Akibatnya, jika kami pergi ke pasar buku, dua belah pihak terpuaskan. Yang satu dapet stok buku, yang satu dapet stok foto.

Kwitang adalah salah satu pasar buku yang cukup terkenal, terutama buat anak-anak seusia saya (emang masih anak-anak?). Karena pasar buku ini sempat nge-hits di awal tahun 2000-an gara-gara film AADC.

Sayangnya, saya baru kesampean mengunjungi tempat itu sekarang. Lokasinya di daerah pasar Senen. Nggak jauh dari Mall Atrium Senen.

Seharian kami keliling-keliling untuk hunting foto di Kwitang, dan beginilah hasilnya:

Abangnya maen hape mulu
Tenggelam diantara buku
Pegang Tapi Nggak Beli
Dilan
Kalo lagi jaga warung emang suka ngantuk
Neng seneng amat neng?
“Saya ganteng neng kalo di poto, kalo neng naksir saya ga tanggung ya”
“Neng ikutan poto dong”
“Foto saya mau dimasukin ke majalah ya neng?”
Yo dipilih dipilih
“Bang senyum dong bang biar ganteng”. Dan beginilah senyumnya.
Ini kak Mega.
“Neng jangan poto saya neng ntar kameranya rusak kena pirus”
“Gini ya gayanya?”
Plenty of books.
Shy shy cat(?)
Sore.
Parkiran.
Up & Down
Sekian foto-foto di Kwitangnya. Semoga bisa hunting foto lagi dalam waktu dekat!

#100DPS Day 91: Hingga Aku Dua Puluh Dua

Tidak terasa, saya semakin tua.

Dalam benak saya bertanya “apakah aku bertambah dewasa?”

Selama 22 tahun saya hidup, ada banyak hal yang sudah saya lewati. Sukacita karena hal-hal sederhana, pun duka yang begitu menyakitkan bahkan untuk sekedar jadi kenangan.

Namun Allah masih terus memberi saya kekuatan.

Agak sedih rasanya, melewati tahun ke-22 ini begitu saja. Dengan keadaan hati yang hancur berantakan. Mendengar teriakan dan suara pecahan perabot di hari yang seharusnya istimewa. Terlebih yang membuatku perih, melihat ibuku terisak di depan mataku.

Hati ini rasanya teriris-iris.

Aku bahkan tak sanggup untuk menyembunyikan air mataku. Tangisanku menghambur, dadaku sesak, kepalaku sakit.

“Kenapa harus hari ini?”

Allah tau aku bisa melewati semua ini. Seperti terciptanya racun, Allah pasti memberikan juga penawarnya.

Allah menitipkan penawarnya kepada orang-orang yang begitu baik padaku. Mereka yang siap sedia ada, walau tanpa kata.

Mereka yang mau berlari bersamaku, dan berjalan disampingku ketika aku tak sanggup lagi berlari. Yang melontarkan celotehan bodoh, humor-humor receh, namun membuatku melupakan duka.

Dan aku percaya bahwa Allah tentu sayang padaku. Dia menutup hari burukku dengan kedatangan seseorang yang kurasa sangat berharga. Pertemuan, tatap muka, yang kini mahal harganya. Aku masih bisa mendapatkannya. Dari seseorang yang begitu baik, hingga rela mengorbankan waktunya, dan mengalah pada letihnya, hanya untuk sebuah pertemuan singkat.

Terima kasih untuk segala doa yang kuterima, segala harap baik yang mudah-mudahan terkabul, dan segala bentuk ketulusan yang aku rasakan.

Harapanku untuk tahun ke-22 ini sederhana, untuk Allah agar mengangkat penyakitku, memberikanku kesehatan dan umur yang bermanfaat. Karena hingga saat ini, aku belum melakukan apa-apa untuk sekitarku.

Semoga Allah berkenan mengabulkan doaku.

And these things made me suuuuupppper happy!


Gonna have to jump to Bandung as soon as possible to attend this event XDD

Thank you, sweetest! XD

#100DPS Day 89: Jalan-Jalan Ke Solo, Edisi Nikahan Nuha

Well I’m not going to write much for this post. But long story short, last week, 24th of July to be exact, Nuha got married.

Nuha is one of my friend from BEM SMTM, we are pretty much close. And finally he’s married! Yeay! I was so touched when I saw him standing right next to his bride.

And, me and a bunch of my friends came along all the way to Solo to attend Nuha’s wedding. It’s actually kind of short gateway :p

So, here are the photos of us:

Going crazy on the train
Going crazy on the train

Yay! Solo!
Yay! Solo!

They are catching something. Either photos, or pokemons.
They are catching something. Either photos, or pokemons.

Oh, this one is catching pokemons.
Oh, this one is catching pokemons.

It's 4 am in the morning and it's beautiful.
It’s 4 am in the morning and it’s beautiful.

That yellow line tho
That yellow line tho

Ow look, it's her first time traveling on train!
Ow look, it’s her first time traveling on train!

I can't believe they have breakfast at 4.30 am in the morning
I can’t believe they have breakfast at 4.30 am in the morning

Yeay mau ngeteh cantik dulu di kebun teh!
Yeay mau ngeteh cantik dulu di kebun teh!

How I miss traveling with her!
How I miss traveling with her!

Disini sop iga nya enak murah gilsss!
Disini sop iga nya enak murah gilsss!

Segini 34 ribu aja men!!!
Segini 34 ribu aja men!!!

HOLY GOD MOTHER OF RIB!!
HOLY GOD MOTHER OF RIB!!

The girls are ready to the wedding!
The girls are ready to the wedding!

They are ready too!
They are ready too!

Touch down Nuha's wedding!
Touch down Nuha’s wedding!

The squad!
The squad!

Another squad!
Another squad!

The Captain
The Captain

That sincerest laughters of reunion's happiness ❤️
That sincerest laughters of reunion’s happiness ❤️

I think Nuha's wife is a little confuse about this extraordinary selfie :p
I think Nuha’s wife is a little confuse about this extraordinary selfie :p

That obligatory selfie
That obligatory selfie

Whoa! She got the bouquet!
Whoa! She got the bouquet!

After wedding hangout
After wedding hangout

Ini namanya es kapal. Seger banget ditengah panasnya Solo.
Ini namanya es kapal. Seger banget ditengah panasnya Solo.

Tori lagi ena ngunyah
Tori lagi ena ngunyah

It's been so long I haven't met this guy!
It’s been so long I haven’t met this guy!

AAAAAND THE BIG THING IS I GOT TO MEET EVEL!! GOSH IT'S BEEN A LONG YEAR!
AAAAAND THE BIG THING IS I GOT TO MEET EVEL!! GOSH IT’S BEEN A LONG YEAR!

We're ready to go home
We’re ready to go home

OMG there’s just too much keseruan in there I can’t even put it in words.

But the thing is, I wish Nuha and His Wife a great life ahead, loving each other forever through thick and thin, and give us cute nephew/niece :3

And.. I can’t wait for the next wedding party!!!

#100DPS Day 87: Happiness Is Only Real When Shared

A week ago, me and a bunch of MBTI alumi in Jakarta made an initiative to hold an event. Since it is Ramadhan, we want to gather as many alumnis as possible.
But, instead of just having a regular meet up in a fancy cafe, we want to share the happy moment with other people. So, we arranged an iftar with the orphans.

Though, to make it true, we need a plan. So we build a small team and run a charity.

At first, I didn’t hope too much and didn’t expect big result since it’s our very first social movement. But the team encourage me and said that we will definitely beat it.

And turned out, what they said came true. We receive a lot of positive responses. Far beyond our expectations. We were so happy.

It didn’t mean we met no obstacles. But we all could manage it so well.

And when it was D-day, everything wasn’t as easy as we planned. A lot of things happened. But thankfully, it was a very great team so we backed up each other perfectly. The event ran smoothly and everybody was happy.

Especially the kids in the orphanage. They were sooo happy that day. And of course, it was such a pleasure to see them laughed out loud.

It was very amazing day. It was a collective work of our team and it wouldn’t come true without them. I am really thankful for every single person in the team and everyone who support us both morally and materially.

And look at these:

he’s like “wkwkwk”

she’s cute, right? 🙂

they’re like “nom nom nom”

they’re happy! 🙂

the girls :*

the boys :*

the girls (again)

All of US!

Remember, happiness is only real when shared 🙂

This post is dedicated to my great team and everyone who support this social movement 🙂

#100DPS Day 71: Dosen Terbaik

Tulisan yang cukup panjang kali ini saya persembahkan untuk dosen pembimbing skripsi saya, Bapak Andry Alamsyah.

Saya pertama kali kenal Pak Andry sekitar tahun 2013. Kala itu, saya sering menemani Bang Nando –sahabat saya– untuk bimbingan skripsi dengan Pak Andry. Saya yang waktu itu masih semester 5 hanya bisa planga-plongo mendengar percakapan mereka tentang Social Network Analysis, Big Data, dan hal-hal asing lainnya.

Setelah beberapa kali ikut Bang Nando saat bimbingan, Pak Andry bertanya pada saya “Aul mau skripsi kapan? Udah kepikiran belum mau bahas topik apa?”. Waktu ditanya begitu, saya ya blank. Boro-boro mikirin skripsi, magang juga belum. Jadi ya saya jawab saja “Belum tau nih pak hehe”. Kemudian Pak Andry bertanya lagi “Mau skripsi SNA nggak? Kalo mau, kamu baca-baca aja dulu dari jurnal sekalian nyari topik bahasan”.

Entah kesambet angin apa, saya jawab “Mau pak, oke nanti saya cari bahan bacaan dulu habis itu saya diskusi sama Bapak ya”. Padahal saat itu saya masih nggak tau apa-apa soal SNA.

Sampai akhirnya di semester 7 saya memantapkan diri untuk mengambil tugas akhir. Nggak pakai pikir panjang, saya menemui Pak Andry dan menyatakan diri ingin menjadi mahasiswa bimbingannya. Voila! Tau-tau saya sudah jadi mahasiswa bimbingannya.

Gara-gara bimbingan sama Pak Andry, saya jadi tau tentang SNA, sentiment analysis, data mining, big data dan hal-hal menarik lainnya. Pak Andry orangnya asik banget. Dan saya amazed banget dengan kecerdasan Pak Andry, tapi beliau tetap humble.

Beliau yang selalu bikin saya ingat bahwa hidup itu isinya proses belajar. Kita harus explore berbagai hal dan nggak usah takut salah. Pak Andry membimbing tapi nggak “nyuapin”.

What’s more interesting is, he was a photographer! That’s just too cool! :p

Berkat Pak Andry, kehidupan saya semasa skripsi jadi seru kayak roller coaster. Dari mulai dapet fasilitas gratis ikut Konferensi Big Data pertama di Indonesia, sampai nongkrong bareng di cafe sama beliau. Dan karena semua masa-masa itu dilewatin bareng teman-teman yang super asik, semuanya jadi seru banget.

Berkat Pak Andry juga, sekarang saya dapat perkerjaan saya sekarang.

Makasih banyak Pak Andry, semoga ilmu yang bapak turunkan ke mahasiswa-mahasiswa Bapak bisa bermanfaat buat kami, almamater, bangsa dan negara.

Buat saya, Pak Andry adalah dosen terbaik semasa kuliah! 😀

Ulang Tahun di ICT Expo Bareng Pak Andry dan Teman-Teman
Ulang Tahun di ICT Expo Bareng Pak Andry dan Teman-Teman
With Pak Andry After Pak Andry Ngeband
With Pak Andry After Pak Andry Ngeband
Wisuda Bareng Anak Bimbingan Pak Andry (Aul-Rio-Widita)
Wisuda Bareng Anak Bimbingan Pak Andry (Aul-Rio-Widita)