Menonton Adhitia Sofyan & Andien, Di Tempat dan Saat yang Sama

He really enjoys his own music. So do we!
He really enjoys his own music. So do we!
It was a great performance!
It was a great performance!
His music is beautiful and magical.
His music is beautiful and magical.

She was indeed so energetic.
She was indeed so energetic.
Yep, she jumped down from the stage and sang in the middle of the crowd :)
Yep, she jumped down from the stage and sang in the middle of the crowd 🙂
We sang together.
We sang together.
A heartwarming performance, when she sang
A heartwarming performance, when she sang “Belahan Jantungku” 🙂
Yes yes yes, she was singing to me! XD
Yes yes yes, she was singing to me! XD
We were that close, I was in the first row hehe.
We were that close, I was in the first row hehe.

Jumat, 21 April 2017

Adhitia Sofyan dan Andien, keduanya adalah musisi yang saya suka.

Adhitia Sofyan, melalui karya-karyanya selalu menemani saya di saat sendiri, menyendiri, bahagia, sedih, ataupun saat galau dan memandang keluar jendela dikala hujan saat di perjalanan. Saya sudah mendengarkan karya-karyanya sejak saya SMP, kurang lebih 9 tahun yang lalu. Akhirnya baru sekarang kesampaian nonton langsung, di tempat yang tidak terlalu ramai, dan sangat dekat dari tempatnya bernyanyi.

Andien, dengan kepribadiannya yang sangat mengesankan telah menginspirasi saya sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu. Walau sebenarnya saya sudah mendengar lagu-lagunya di televisi sejak saya SD. Saya semakin mengaguminya setelah melihat gaya hidup sehatnya, yang patut dicontoh, juga setelah tahu bahwa dia juga survivor breast tumor. Karena dia, saya jadi percaya bahwa saya juga pasti bisa melewati ini. Semenjak anak pertamanya lahir, saya makin suka aja. Soalnya anaknya lucu banget! Hehehe.

So in conclusion, I was so happy that they were in the same place and time. So happy to watch them so close and listen to their music in person.

#100DPS Day 44: Kala.

Berdiri di atas gamang, menanti waktu memihak
Sunyi yang tak mau pergi, hati berlari memelukmu

Tanganku kosong, genggamlah
Pundakku kuat, rebahlah
Sampai kapan kau membeku, sembunyi di rasa sakitmu

Coba kau cari siapa yang mau menunggumu
Akulah orang itu, akulah orang itu
Dan bila ada yang ingin tua bersamamu,
Akulah orang itu, akulah orang itu

Di sisi gelap merindu, terbata untuk memulai
Biar kubasuh perihmu meski tak berbalas apapun

Coba kau cari siapa yang mau menunggumu
Akulah orang itu, akulah orang itu
Dan bila ada yang ingin tua bersamamu,
Akulah orang itu, akulah orang itu

Terhempas membias dan tak tentu arah, kau terus pergi
Memberi harapan, menafikan lagi, dan lagi…

They say, when a girl listen to a song, it reflects her current feeling.

Jika diantara kamu ada yang tau Fiersa Besari, mungkin kamu kenal kata-kata di atas.

Judul lagunya Kala. Saya suka.

#100DPS Day 29: Musik Tulus

Saya selalu suka dengan musik Tulus.

Saya suka karya-karyanya.

Saya jatuh cinta dengan gaya bahasanya.

Saya terpukau dengan alunan melodinya yang tak biasa.

Menurut saya, Tulus memiliki ciri khas musik yang unik. Dia punya gayanya sendiri. Tak mengikut arus industri.

Lirik lagunya selalu jujur dan memukul.

Mengingatkan kita bahwa hal-hal remeh-temeh lah yang selalu menjadikan sesuatu istimewa. Hal remeh itu pula, yang selalu kita sepelekan, ternyata adalah hal besar yang dapat merobek-robek hati dan mengacak-acak pikiran.

Tulus juga mengingatkan kita bahwa yang kita anggap benar, tak tentu dianggap benar oleh orang lain. Menyadarkan kita bahwa dibalik hal-hal pahit yang kita alami, selalu tersimpan butir indah bahagia. Memberi tahu kita, tak seharusnya kita terlalu memikirkan persepsi orang lain yang hanya melihat cela pada diri kita.

Di Album barunya yang berjudul “Gajah”, Tulus membawa saya membuka mata. Alunan musiknya membuat saya meneteskan air mata. Begitu jujur. Kesembilan lagunya telah menculik saya. Menelan saya dalam candu melodinya. Kemudian memuntakan saya tepat diatas duri-duri kenyataan. Sakit, menusuk, namun membawa kesadaran.

Ini dia cover albumnya:

 

Tulus - Gajah
Tulus – Gajah

Ada sembilan lagu di dalamnya,

1. Baru

2. Bumerang

3. Sepatu

4. Bunga Tidur

5. Tanggal Merah

6. Gajah

7. Lagu Untuk Matahari

8. Satu Hari di Bulan Juni

9. Jangan Cintai Aku Apa Adanya

 

Terakhir,

Musik Tulus mengajarkan kita untuk tulus.

Until I Viewed It in Black and White

I regarded the world as such a sad sight
Until I viewed it in black and white
Then I reviewed every frame and basic shape
And sealed the exits with caution tape
Don’t refocus your eyes in the darkness
And don’t remember this place unless I describe all the things that you cannot see
And we’ll unravel the mystery
Farewell, all my friends in textbooks, I’m going home
Cuz my blood cells cannot depend on the weather in photographs
There’s a light show out my window somewhere way up there
Dear Vienna, are you singing?
Dear Vienna, are you swinging?
Dear Vienna, we were happy like the shades of May when we got carried away
I was so far out of place
Watching thosxe stars in outer space
Cuz I am so far from where you are

Dear Vienna, by Owl City