Sebelum Waktunya

Kami berdua

Kami bercengkerama

Kami saling merindu,

Bahkan sebelum saling berpisah

Lalu kami tak sanggup untuk menatap mata satu sama lain

Hingga kami berbalik badan

Malu untuk menunjukkan tangis

Biar dalam hati saja ini disimpan

Tapi kami saling tahu

Hingga kami pejamkan mata

Dan tenggelam dalam rindu

Yang datang sebelum waktunya

Advertisements

Rindu Yang Seperti Itu

Terbersit ku bertanya

Bisakah kita merindukan sesuatu yang belum terjadi?

Merindukan sesuatu yang belum pernah kita temui?

Seperti rindu aku jadi rumahmu.

Seperti rindu kau pulang ke pelukanku.

Nyatanya rindu yang seperti itu,

mungkin saja.

Bisa saja.

What Does Love Taste Like?

Sometimes,

It tastes like sushi

Last night,

A hint of sweet tea

Yesterday,

Savoury like your favourite fried rice

The other day,

A little sour like strawberry juice

This summer,

It feels dry and warm

On a rainy morning,

It’s soft and gentle

But most of the time,

It simply tastes like you

Radio Rusak

Malam ini sunyi

Semuanya terdiam

Semuanya bisu

Kecuali isi kepalaku

Bising suara seperti radio rusak

Menyeruak memaksa

Tak henti

Tak memberi ruang bagiku untuk mencerna

Apa yang sebenarnya kau coba katakan?

Sudahkah?

Dekat denganMu itu tidak cukup

Dan tidak akan pernah cukup

Karena dekat itu berjarak

Aku ingin menyatu

Menjadi sebagian dariMu

Karena ini bukan perkara

“Siapa yang paling dekat dengan Tuhannya”

Tapi siapa yang merasakan keberadaan Tuhan dalam dirinya

Melebur dalam setiap kata yang ia ucap

Bukan cuma objek ucapanmu!

Tuhan itu kamu

Tuhan itu aku

Tuhan itu kita

Sudahkah kau merasakannya?

Dikutip dari beberapa carik kertas berisi puisi, yang kutemukan terselip di lemari. Ternyata aku pernah menulis seperti ini?