Membawa Nama Indonesia

Ketika kamu tinggal di negeri orang, secara tidak langsung kamu menjadi duta besar dari negaramu. Segala yang kau perlihatkan dan kau lakukan membawa nama Indonesia.

Oleh karena itu, selama saya tinggal di perantauan, saya ingin mempersembahkan yang terbaik dan membanggakan Indonesia. What I do might not be significant, but I believe even the smallest thing counts.

Kali ini saya mendapatkan kesempatan yang menguji keberanian saya. Seumur hidup saya belum pernah menari, apalagi di atas panggung. Tarian yang saya maksud disini adalah tarian beneran ya, bukan tarian asal-asalan. Kalo itu mah sering, disenggol lagu dikit juga saya joget XD.

Jadi ceritanya ada dua event dalam waktu berdekatan yang melibatkan PPI Hongaria untuk mempersembahkan sebuah penampilan khas dari Indonesia. Akhirnya kami memilih untuk menampilkan tarian Saman dari Aceh. Walau sebenarnya tarian Saman ini dilakukan oleh laki-laki, tapi karena keterbatasan sumber daya, akhirnya yang perempuan juga ikutan nari. Termasuk saya, hehehe.

Pada awalnya saya skeptis sekali, selain karena saya belum pernah menari sebelumnya, koordinasi motorik saya pun tidak bisa dibilang bagus. Jadi waktu latihan saya banyak sekali salahnya. Untungnya saya tidak sendiri, sebagian besar dari tim yang ikut menari ini pun belum pernah menari sebelumnya. Hebatnya lagi, kami hanya punya waktu sekitar 2,5 minggu untuk mempersiapkan pertunjukkan ini.

Tapi saya sungguh-sungguh sangat bangga, karena kerja keras kami dan bimbingan ibu pelatih (Ayu) yang memang profesional dan sudah melanglang buana untuk pentas tari, akhirnya kami bisa mempersembahkan penampilan terbaik kami. Saya sendiri bahkan nggak nyangka bahwa saya dan teman-teman yang lain bisa juga toh ternyata.

Event yang pertama, kami tampil di Utazás, sebuah pameran pariwisata internasional di Hungaria dan 3 hari kemudian kami tambil di International Night di kampus Budapest University of Technology and Economics. Senang sekali rasanya ketika melihat orang-orang yang menonton pertunjukkan kami terpukau. Bangga sekali rasanya bisa membawa nama Indonesia di luar negeri.

Ini adalah beberapa foto-foto kami ketika pentas:

 

Bersama performer lainnya, KBRI, dan ITPC

Bersama performer lainnya, KBRI, dan ITPC

Nah kalo yang ini foto-foto waktu pentas di Budapest University of Technology and Economics:

Ini bareng tim Saman, tim Indomie, ITPC, dan bu KUAI KBRI:

Kalo yang ini sih behind the scene bersama geng OMDO tercinta ❤

Sungguh pengalaman yang sangat berharga buat saya. Asli nggak bohong, rasanya banggaaaaaa banget! Achievement unlocked!

Bonus: Foto waktu latihan.

Advertisements

Salju Pertama di Hongaria

Saat kecil, saya sering main-mainin bunga es yang di freezer kulkas, seolah-olah itu adalah salju. Berharap suatu saat bisa menyentuh salju yang sesungguhnya.

Mungkin kurang lebih 20 tahun kemudian, mimpi itu terwujud. Alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk tinggal di negara empat musim.

Di Budapest ini memang cuacanya agak aneh, hari ini salju, besok bisa saja cerah. Besoknya lagi mendung dan hujan seharian. Hari Sabtu, 15 Desember 2018 kemarin adalah pengalaman pertama saya melihat salju. Senang sekali rasanya, so magical! Suhu di Budapest hari itu sekitar 0 derajat celcius, nggak dingin-dingin amat lah.

Saya main lempar-lemparan bola salju, dan tidur-tiduran di atas salju. Tentu saya tidak sendiri menikmati pengalaman itu, saya bersama teman-teman saya juga dari Indonesia. Ini dia foto-fotonya:

Obligatory Polaroid Photo
Obligatory Polaroid Photo
Cakep uga ue XD
Cakep uga ue XD
Bareng Mas Jhanghiz dan Galih
Bareng Mas Jhanghiz dan Galih
Foto-foto Depan Kampus
Foto-foto Depan Kampus
Dancing in The Snow
Dancing in The Snow
Raiso & Raimu
Raiso & Raimu
Raiso & Raimu (2)
Raiso & Raimu (2)

Setelah puas berfoto di depan gedung parlemen Hongaria, saya dan Mas Jhanghiz iseng-iseng naik tram 56 ke arah Hüvösvölgy. Kami sengaja naik trem tanpa tujuan khusus, hanya ingin melihat pemandangan selama perjalanan saja. Memang pemandangan ke arah Hüvösvölgy indah sekali, karena berada di dataran tinggi. Kami turun di pemberhentian terakhir dan jalan-jalan di sekitar situ saja. Tumpukan salju disana tentu jauh lebih tebal daripada di tengah kota.

Kami main-main disana dan tentunya tidak lupa berfoto. Begini nih jadinya:

Ini bapaknya kuat banget ngga pake jaket
Ini bapaknya kuat banget ngga pake jaket
Udah kayak foto ala-ala belum?
Udah kayak foto ala-ala belum?
Kegirangan kayak Patrick
Kegirangan kayak Patrick

Akhirnya setelah puas mainan salju disini, kita balik ke dorm dalam keadaan tangan sudah hampir beku hahaha. Selama perjalanan kami ngobrol panjang lebar dan bertukar pikiran. Hari itu menyenangkan sekali. Sungguh pengalaman salju pertama yang asik banget!

Mengakhiri Pekan Bersama Perkumpulan Pelajar Indonesia di Hongaria

Budapest — Sabtu, 22 September 2018

Salah satu perwakilan KBRI mengundang pelajar Indonesia yang ada di Hongaria, khususnya di kota Budapest untuk berkumpul bersama. Tujuannya supaya kami-kami yang baru sampai ini jadi saling kenal nggak cuma sama yang seangkatan tapi juga dengan senior-senior yang sudah lebih dulu sampai disini.

Sabtu pagi saya, Ayu, Tama, Hadi dan Julio sampai di rumah Mba Nia. Rumah Mba Nia jadi markas tempat ngumpulnya anak-anak Indonesia. Emang Mba Nia ini orangnya baik dan ramah banget.

Disana kami saling memperkenalkan diri, dari mulai asal kota hingga universitas tempat kami belajar di Hongaria. Nggak lupa Mba Nia dan kakak-kakak senior juga menyiapkan banyak banget makanan khas Indonesia yang enak-enak. Sungguh saya terharu, karena disini kekeluargaannya erat sekali. Mungkin juga karena memang belum banyak warga negara Indonesia yang tinggal di Hongaria, jadi kalo pas ketemu pasti seneng banget rasanya.

Setelah perkenalan diri dan makan-makan, kami juga main games. Werewolf pun jadi pilihannya, tapi karena jumlah pemainnya banyak banget, alhasil selesainya juga lama banget hahaha. We really had fun!

Saya nggak sempat foto-foto sih, tapi untung ada Adi yang selama permainan duduk di tengah dan ngambil foto-foto kita. Nih foto-fotonya, all photo taken by Adi.

All photo credit goes to Adi.

Thanks for the weekend well spent! 🙂