Belum Berjodoh

Bulan Agustus adalah bulan yang cukup berat buat saya.

Entah kenapa, rasanya energi ini terkuras sekali. Saya menjadi jauh lebih sensitif dari biasanya. Mungkin memang karena sedang banyak kegiatan yang menguras waktu, tenaga, pikiran dan air mata hahaha.

Salah satunya adalah proses seleksi Beasiswa LPDP.

Pada seleksi LPDP tahun ini, ada 3 tahapan yang harus dilalui yaitu seleksi administratif, assessment online dan yang terakhir adalah seleksi substansi.

Pada tahap seleksi pertama, semua peserta akan diseleksi kelengkapan berkasnya serta kesesuaian isi berkas pendaftaran dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Misalnya essay yang dijadikan prasyarat pendaftaran. Alhamdulillah pada tahap ini saya dinyatakan lolos dan dapat mengikuti seleksi tahap kedua yaitu assessment online.

Pada tanggal 14 Agustus saya mengikuti assessment online yang terdiri atas tes VMI dan 15FQ+. Saya sempat googling tentang apa sih sebenarnya tes VMI dan 15FQ+, dan ternyata tes ini semacam psikotes untuk mengetahui kepribadian seseorang. Jadi sebenarnya tidak ada jawaban yang salah ataupun benar dalam tes ini.

Semalam sebelum tes saya menyempatkan juga untuk trial mengikuti freetest online VMI dan 15FQ+ ini, sekedar “pemanasan” dan supaya tau aja kepribadian saya sebenarnya seperti apa sih dan apakah sangat jauh dari standar ideal atau tidak. Pagi hari seusai sholat subuh saya mulai mengerjakan soal-soal ini, dengan asumsi bahwa kalo ngerjainnya siang atau pulang kantor pasti peak hour jadi saya lebih baik menghindari potensi masalah tersebut.

Kebetulan saya bergabung di grup Telegram LPDP scholarship hunter. Dan di tanggal 22 Agustus, kami para peserta harap-harap cemas menunggu pengumuman. Banyak sekali yang bolak balik membuka website LPDP tapi belum ada perubahan status juga. Seringkali kami hanya menemukan halaman 404 karena website ini dihajar oleh ribuan orang sekaligus hahaha.

Hingga akhirnya saya berhasil membuka website LPDP sekitar habis magrib.Namun sayangnya, yang muncul adalah tulisan seperti ini:

Sepertinya memang saya dan LPDP belum berjodoh. Pada tahap ini saya dinyatakan tidak lolos.

Sedih? Iya.

Kecewa? Tentu.

Nangis? Hehehe iya lah.

Memang sangat berat menerima kenyataan ini, karena saya ingin sekali melanjutkan menimba ilmu. Tapi apa daya, keputusan Allah ternyata berbeda dengan harapan saya. Daripada saya nangis terus dan mata bengkak tidak karuan, saya mencoba menerima kenyataan.

Bahwa, life is not always rainbows and butterflies. And that life must go on. Mungkin dibalik tidak berjodohnya saya dengan LPDP, Allah memberikan saya hikmah dan rencana lain yang lebih baik. Cause after all, He knows what’s best for us 🙂

Justru saya bersyukur sekali disaat-saat saya sangat membutuhkan dukungan, orang-orang yang saya percaya memang benar-benar ada untuk mendukung dan menyemangati saya. They’re so kind, toughtful and supportive.

Yah begitulah kira-kira salah satu cerita ringan tapi padat di bulan Agustus.

Sampai jumpa di kisah lainnya ya~

Advertisements

Sabtu Siang di 7SpeedCoffee

Haru Sabtu saya janjian dengan Widita untuk ke JCC, kami mau beli tiket kereta api yang lagi diskon. Ternyata sesampainya di JCC, antrian mengular sangat panjang dan tidak manusiawi.

Karena saya masih bisa berpikir logis dan masih sayang nyawa, setelah bertemu dengan Widita, kami memutuskan untuk nongkrong sambil ngopi aja di coffee shop yang baru buka di Kemang.

Nggak baru banget sih, cuman baru pindah ke Kemang. Tadinya di Cipete. Namanya 7SpeedCoffee. Eh ternyata Rio menyusul juga, akhirnya kami ngobrol-ngobrol dan ngopi bertiga disana.

Tidak lupa foto-foto tentunya:



Thanks for reading! 🙂

Ngopi di Gordi

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya mengunjungi Gordi sih. Hanya saja, baru sekarang saya sempet foto-foto lucu yang agak niat dikit. Seperti orang-orang yang datang ke Gordi pada umumnya.

Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengunjungi coffee shop di bilangan Jeruk Purut ini, bahkan sejak belum resmi dibuka. Gara-gara sahabat dekat saya kerja disini, alhasil saya diajak ngupi-ngupi cantik disini.

Dulu sih kesan pertama saat mengunjungi Gordi, saya mikir “gilak, biaya investasi bangun coffee shop se-kece ini berapa ya?” Hahaha. Soalnya seriously, tempatnya kece banget.

Nah, hari minggu kemarin saya kesini bareng beberapa teman saya dan sempat foto-foto, gini nih hasilnya:

Gemesh banget sama foto ini sumpah. Taken by: Rizki Nasution.
Gemesh banget sama foto ini sumpah. Taken by: Rizki Nasution.
Rizki: eh liat tuh di belakang ada kadal!
Rizki: eh liat tuh di belakang ada kadal!
Nah ini dia fotografernya, Rizki Nasution.
Nah ini dia fotografernya, Rizki Nasution.
Bebas Ki, anggap aja rumah sendiri.
Bebas Ki, anggap aja rumah sendiri.

Santay lah pokoknya, yegak?
Santay lah pokoknya, yegak?

Ada yang kesenengan
Ada yang kesenengan

Mood.
Mood.

Playing with shadow
Playing with shadow

Chit-chat.
Chit-chat.

Baristas at Gordi.
Baristas at Gordi.

Le me difotoin Shaby.
Le me difotoin Shaby.





Jadi itulah kumpulan foto di Gordi HQ.

Buat yang ingin berkunjung, silakan googling “Gordi HQ” ya buat detail lokasinya 🙂

6 am

Yesterday I saw a story from my friend’s instagram account.


@indonesia6am is an account full of amazing photos taken around Indonesia in 6am time. The account’s objective is to spread the beauty of Indonesia in 6 am time (and indeed, it is beautiful) through #indonesia6am hashtag. They also encourage us to wake up early to catch the sunrise, walk and take photos.

After seeing that post, I was inspired to wake up early the next day to take a walk around my neighborhood and take some photos in 6 am. So here is my neighborhood in 6am:

Empty.
Empty.
Closer.
Closer.
In frame.
In frame.
Morning rise.
Morning rise.
Mencari rezeki.
Mencari rezeki.
Gowes pagi.
Gowes pagi.
Lari pagi.
Lari pagi.
Masih sepi.
Masih sepi.
Sepedahan.
Sepedahan.
Sambil foto-foto.
Sambil foto-foto.
Kuda terbang.
Kuda terbang.
Morning dew.
Morning dew.
Beginning of the day.
Beginning of the day.
The biker's shadow.
The biker’s shadow.
Chase.
Chase.
Ngintip.
Ngintip.
Still strong.
Still strong.
Eh nengok.
Eh nengok.

So that was my 6 am moment. Indonesia is indeed beautiful. And 6 am photowalk is worth to try!

Enjoy!

All photos are taken using my iPhone 6.

To Finally Forgive

The holy day of Wid Mubarak has come.

This year is a little bit different.

Both my brother and sister are visiting my grandma in Jogjakarta, while me and my parents stay at home.

__________

Hingga akhirnya hari lebaran tiba, dan kami melangsungkan tradisi tiap lebaran: Sungkeman.

Ini adalah lebaran pertama kami tanpa nenek. Lebaran yang sepi karena sanak saudara tak lagi berkumpul di rumah nenek tertua kami. Lebaran yang sepi, karena adik-adikku mudik.

Tetapi ini lebaran yang paling bermakna buatku.

Hanya ada aku, ayah dan ibu.

Akhirnya, aku bisa berdamai dengan segala ketidaksempurnaan keluargaku.
Akhirnya, aku bisa membebaskan amukan dalam jiwaku. Dengan air mata.

Akhirnya, aku bisa memaklumi segala kesalahanku.

Lebaran yang paling paling bermakna buatku, karena akhirnya, aku bisa memaafkan diriku sendiri.

__________

Lebaran kali ini, lebaran yang sedikit selebrasi tapi sarat makna.

Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk bertemu ramadhan dan lebaran tahun depan.

__________