Sometimes

Sometimes in life you will not get what you want. But God knows everything, every single little detail of what is good for you and what’s not. And God will not give you something you can’t handle.

I’ve been through hard times. And it makes me learn that when you really love something, you will have faith. Whether it means you have to wait, you’ll get yourself hurt, or maybe even worse.

But, you know what? There must be something. There must be a reason for anything. You might ask “why did this happen to me?” or whatsoever. And when you begin to ask that question, it means the answer is almost near.

Bad things surely will come. But it doesn’t mean you have to throw all your good things, right? So don’t be so selfish. Come on, grow up! Get a life! Just remember, whenever you feel down, you just need a company.

I found sharing is really interesting. I mean, you can tell someone about your experiences so that they won’t take the wrong path you’ve taken, while you also get other’s experience and vice versa.

Everybody has problems, and you don’t know what they’ve been through. So do not ever underestimate someone. EVER! You’ve never walked on their shoes. You don’t know that they’ve been struggling to death to get their life back.

So can you just be grateful for what you have now, and for every little thing you’ve achieved? It’s not difficult, isn’t it?

Lucky me, I have a bunch of friends who really care for me. They’re not just saying “I’m your friend”, “you can count on me”, “I love you”, or something. They show me! They proved that they love me. And I know that they love me without saying that words.

And thanks, for everyone who has done something that hurts me. Seriously, I thank you for that. Because, you know what? Without you, I’ll never learn anything. And I will not have something to share. Right?

So, today is gonna be a Free-day Friday for me. Have a good one for you! ūüėÄ

Advertisements

What do you want to be?

Heeeey-ho!
Beberapa hari ini aku dihadapkan dengan sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang sangat sederhana. Namun butuh 17 tahun bagiku untuk mencari jawabannya. Yang pada kenyataannya, hingga kini umurku 18 tahunpun aku tak kunjung temukan jawabannya.

Mau jadi

apa?

Sederhana, bukan? Hanya 3 kata. Namun berhasil membuatku tak berkutik dan mengunci bibir selama 3 hari apabila diminta jawabannya.

Jujur saja, aku iri pada mereka yang sudah bisa menjawab pertanyaan itu dengan tegas. Akupun iri pada mereka yang sudah tahu, apa yang ingin mereka lakukan kelak. Aku?

Tak ada jawaban.

Aku punya beberapa teman yang memiliki passion menggebu-gebu di bidang teknologi. Diantaranya ada Bang Nando dan Rio. Mereka tahu apa yang mereka mau, dan mereka tahu bagaimana untuk mencapai keinginan mereka. Salah satunya–atau bahkan keduanya– memang sudah memiliki bakat di bidang tersebut. Mereka tinggal melanjutkan.

Aku? Dimana passionku? Apa bakatku? Apa nilai lebih yang kupunya dibanding orang lain?

Masih nihil jawabannya.

Tapi bukan berarti aku berhenti. Aku sadar betul tak selamanya aku bisa terus begini. Aku teringat sebuah kalimat “Passion keeps you alive“. Kalimat ini memang benar adanya. Apa yang menjadi passionmu, kejarlah! Karena kelak itu yang akan membuatmu terus hidup, bahkan setelah kau mati. Mengerti?

Mungkin sekarang aku akan menjalani hari-hari dengan sebuah pertanyaan dalam genggaman jemariku. Kemana kakiku melangkah, aku akan cari serpihan jawaban dari pertanyaan itu. Dan satu hal yang pasti adalah, aku akan tetap melakukan yang terbaik yang kubisa di hari ini, untuk tetap menemukan diriku di esok hari.

–Dalam rajutan kata ini, kuselipkan doaku padaMu ya Allah.. Semoga apapun jawaban yang nanti kutemui, itu adalah suatu hal yang Engkau ridhoi dan senantiasa membawa kebaikan bagiku dan orang-orang disekitarku. Aamiin.

Bahasa Tak Berbatas

Musik.

Menurutku, musik adalah suatu karya seni yang sangat brilian. Ya, musik menjadikan kita lebih mudah dalam berkomunikasi. Bagiku, musik adalah salah satu media, salah satu bahasa untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan saat lidah sudah kemarau dan tak mampu lagi merangkai kata sendiri.

 

Berhubungan dengan musik, belakangan ini ada beberapa lagu yang sering sekali aku dengarkan. Diantaranya ada lagu dari Indonesia, ada juga yang dari luar Indonesia. Aku menilai lagu dari dua sisi, yang pertama tentu dari “bagaimana ia terdengar” atau instrumennya, nadanya, iramanya sedangkan sisi satunnya lagi adalah dari “apa yang diungkapkan dalam lagu tersebut” atau lirik lagunya.

 

Tak bohong, belakangan ini industri musik Indonesia memang mengalami kebobrokan. Yah, paling tidak, itulah pendapatku. Kini yang disebut musik dan musisi itu bukanlah lagi seniman yang memang mencintai musik dan memiliki keinginan untuk “merangkul” orang lain dengan “bahasa” indahnya. Menurutku, musisi masa kini hanya mengejar kepopuleran, atau ada juga yang hanya “ikut-ikutan trend”. Mereka kehilangan jati dirinya sebagai musisi.

 

Namun, tak bisa dipukul rata begitu saja. Tentunya masih ada musisi yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Yah walaupun ini hanya menurut pandanganku, setidaknya bagiku musik yang dituangkannya dalam lagu-lagunya masih memiliki “jiwa”. Liriknya pun bagiku sederhana, namun cukup untuk menyampaikan “pesan” yang dimaksud kepada para pendengarnya.

 

Ya, belakangan ini aku cukup sering mendengarkan lagu milik Sandhy Sondoro, seorang penyanyi Indonesia, yang berjudul “Tak Pernah Padam”.

Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku, dariku
Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi 
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu 
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

Takkan mudah ku bisa melupakan
Segalanya yang telah terjadi 
Di antara kau dan aku, di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu 
Api cintaku padamu tak pernah padam

Api cintaku padamu

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tahu 
Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

Sederhana, bukan?

Tapi coba dengarkan, resapi musiknya. Resapi “perasaan” yang disampaikan oleh penyanyinya. Gotcha! Lalu kamu akan berpindah dunia. Ke dunia dimana kamu tak butuh panjang lebar tinggi untuk menyampaikan apa yang kau rasakan. Namun ingatlah, dari sejumlah rangkaian kata yang dinyanyikan, ada berjuta makna yang diterbangkan ke dalam hatimu, merasuki pikiranmu. Yang manakah yang seharusnya kau tangkap?

 

Karena musik itu memang tak cuma satu, musik itu tak terbatas.